Dengan hadirnya bulan Muharram, tahun baru sudah kembali hadir di tengah kita. Jika kamu membutuhkan satu alasan untuk memulai perjalanan hijrahmu, ini saatnya untuk memulai! Tapi, apakah kamu masih bingung bagaimana bisa melakukannya? Yuk, simak panduan singkatnya disini!

Pahami Kenapa Kamu Ingin Hijrah Finansial

Memahami kenapa kamu ingin melakukan hijrah finansial akan membantu kamu untuk terus bisa berkomitmen ketika sudah melakukannya. Selain itu, mengetahui alasan kamu ingin hijrah finansial juga bisa membantu kamu menentukan standar baru yang ingin kamu lakukan, dan menguatkan kamu ketika kamu harus berhenti melakukan semua kebiasaan lamamu. Mungkin kamu ingin melakukannya karena kelahiran anakmu. Atau karena kamu tidak ingin mengulangi kegagalan orangtuamu. Atau sesederhana kamu ingin menjadi Muslim yang lebih baik.

Tentukan Niat Hijrah Finansial

Setelah kamu memahami alasannya kenapa kamu ingin memulai hijrah finansialmu, kamu bisa mulai menentukan niat yang ingin kamu wujudkan dalam perjalanan ini. Misalnya, niat menjadi orangtua yang lebih baik, atau menjadi Muslim yang menyumbangkan sejumlah harta untuk agama Allah.

Di tahapan ini, jika kamu masih bingung, kamu bisa cari lebih banyak lagi informasi tentang definisi hijrah finansial, gaya hidup seperti apa yang dianjurkan dalam Islam, berbagai cerita tentang teladan Rasulullah SAW dan nasihat para ulama, prinsip-prinsip mengatur keuangan dalam Islam, dan sebagainya.

Mungkin, dengan mencari lebih dalam tentang apa yang bisa kamu gali dari komitmen ini, akan lebih mudah juga untuk kamu menemukan titik yang ingin kamu capai.

Periksa Kebiasaan Kamu Sebelum Hijrah Finansial

Jika kamu sudah menetapkan alasan dan niat kamu untuk melakukan hijrah finansial, dan belajar lebih dalam lagi apa artinya hijrah finansial, baik secara umum ataupun secara pribadi untuk kamu, saatnya untuk memeriksa kebiasaan-kebiasaan buruk kamu secara keuangan.

Baca Juga  5 Tips Untuk Menabung Dana Darurat

Kamu sering pakai kartu kredit yang sebenarnya masih termasuk transaksi riba? Kamu masih terlalu sering berlebih-lebihan dan mubazir dalam berbelanja? Kamu masih sering nggak peduli apakah kiri kanan kamu membutuhkan sesuatu? Kurang perhatian sama orangtua? Masih suka menyembunyikan dan nggak terbuka tentang keuangan sama suami/istri kamu?

Nah, kalau kamu sudah memahami bahwa ada kebiasaan kamu yang ternyata masih kurang sesuai dengan anjuran-anjuran agama Islam (kalau kamu serius mencari dan berusaha memahami di langkah nomor 2 sebelumnya, kamu akan menyadari hal ini), saatnya kamu mulai berusaha untuk melepaskannya atau berhenti melakukannya.

Tentu, kita semua sama-sama paham betapa sulitnya untuk melepaskan kebiasaan buruk. Jalani pelan-pelan semua langkahnya. Mulai dari memeriksa apa latar belakang kamu ingin melakukannya terus, memahami apa saja yang membuat hal tersebut tidak bisa kamu hentikan, dan apa pentingnya untuk kamu berhenti melakukan hal itu.

Misalnya, apakah sikap mubazir kamu dalam belanja itu sebenarnya karena kamu terus menerus merasa “down” sama kehidupan dan butuh “quick fix” yang bisa bikin kamu senang sesaat? Kalau jawabannya iya, pahami apa pentingnya kamu untuk berhenti melakukan hal itu.

Kamu bisa berpikir bahwa menghabiskan uang akan justru bisa membuat kamu merasa lebih buruk lagi di masa depan kalau kamu sampai tidak ada simpanan, tabungan, atau tiba-tiba ada kejadian mendadak yang kamu tidak tahu bagaimana mengatasinya. Jadi, penting untuk kamu berhenti melakukannya untuk menghindari perasaan lebih buruk lagi di masa depan.

Baca Juga  Langkah Awal Dima Djani — Membangun Hijrah Movement Melalui ALAMI

Tentukan Standar Baru Setelah Hijrah Finansial

Setelah kamu membuat keputusan untuk berhenti melakukan kebiasaan lamamu, kamu bisa menentukan standar perilaku atau kebiasaan baru. Mengisi kekosongan yang ada karena kamu meninggalkan suatu kebiasaan tertentu bisa kamu lakukan dengan baik jika kamu sudah menyiapkan satu kebiasaan baru.

Kebiasaan apa yang bisa kamu bentuk sebagai jati diri baru kamu yang baru? Pilih kebiasaan yang memang bisa kamu lakukan setiap hari atau setiap saat, ya. Mulai dari hal yang kecil dulu, kemudian selanjutnya bisa kamu tambah lagi kalau kamu sudah bisa konsisten untuk menerapkan standar baru.

Tapi, inget, kamu harus benar-benar berubah total dan tidak melakukannya sama sekali kalau untuk kebiasaan buruk kamu yang lama. Berhenti secara total dari kebiasaan buruk kamu yang lama, dan lakukan kebiasaan barunya yang lebih baik secara bertahap dan konsisten. InsyaaAllah, dengan formula ini, kamu sudah membentuk basis perjalanan hijrah finansialmu dengan mantap.

Sabar dan Mantapkan Hatimu!

Di fase-fase awal, kamu akan mudah menjalani kebiasaan baru ini. Biasanya karena kamu masih semangat karena melakukan hal baru, dan manusia memang secara naluriah tertarik dengan hal-hal yang baru. Namun, di tengah jalan, kamu mungkin akan ketemu berbagai rintangan dan tantangan yang membuat kamu merasa patah semangat. Setelah beberapa saat, tiba-tiba kebiasaan lama datang lagi dan kamu nggak sadar lagi aja tiba-tiba melakukannya lagi.

Baca Juga  Simak 5 Jenis Persiapan Menikah Untuk Lelaki Muslim

Nah, kalau seperti ini, maafkan diri kamu dan sadari bahwa kamu adalah manusia yang masih jauh dari kata sempurna, dan ingatkan diri kamu bahwa inilah kenapa kamu harus terus menempuh perjalanan hijrah finansialmu. Ingat-ingat lagi alasan kamu berhijrah dan juga niat kamu dalam melakukan hijrah finansial. Bayangkan hasil akhir yang akan kamu nikmati kalau misalnya kamu bisa melewati semua prosesnya.

Anthony Robbins, salah seorang guru pengembangan diri yang sudah mendunia, mempunyai satu acara yaitu berjalan di atas api dalam kelas masterclass yang ia ajarkan. Menurut beliau, semua orang yang ingin sukses bertransformasi harus melewati “jalan di atas api” ini, saat-saat di mana kamu begitu “panas” dan nggak tahan. Kamu pasti akan bertemu dengan jalan api ini di saat kamu ingin bertransformasi. Kalau kamu balik badan, kamu mungkin tidak akan bisa sampai ke tujuan kamu. Stay focused on your goal, and never stop learning!

Yuk, lakukan hijrah finansial melalui pendanaan untuk UKM dengan prinsip syariah dan didukung proses yang nyaman, aman, dan efisien dengan teknologi. Platform peer-to-peer financing syariah ALAMI mempertemukan UKM dengan pemberi pembiayaan. Teknologi kami menganalisa ratusan data untuk menghasilkan pembiayaan yang memiliki kualitas dan kredibilitas yang baik. Daftar sekarang untuk menjadi pendana ALAMI dan nikmati kemudahan proses pembiayaan syariah yang lebih efisien, akurat dan transparan.