5 Prinsip Manajemen Keuangan Keluarga Agar Tetap Harmonis

“Kebanyakan pasangan sebenarnya tidak butuh konselor pernikahan, tapi butuh penasihat keuangan,” begitu keyakinan dari David Bach, penulis lebih dari 10 buku keuangan (beberapa termasuk dalam New York Times Bestseller List) dan seorang penasihat keuangan di Amerika Serikat. Ia yakin bahwa pasangan yang bisa bekerjasama dengan baik dalam manajemen keuangan keluarga bisa punya hubungan yang langgeng. Salah satu bukunya, “Smart Couples Finish Rich”, merupakan salah satu yang paling sukses setelah diterbitkan pada tahun 2002 dan bahkan diterbitkan ulang lagi pada tahun 2018. Apa saja tips dan trik tentang prinsip manajemen keuangan keluarga yang disarankan David Bach untuk menjaga keharmonisan pasangan suami istri agar bisa terus langgeng dan bersama-sama menumbuhkan kekayaan? Yuk, simak di artikel ini!

Punya Tata Nilai yang Sama

Semakin banyak kesamaan tata nilai yang dimiliki oleh satu pasangan, semakin kecil kemungkinan mereka akan menghadapi konflik tentang keuangan. Pasangan suami istri perlu untuk duduk bersama dan berpikir tentang 5 hal yang paling penting untuk mereka. Setelah itu, lakukan perbandingan dan tentukan mana yang bisa disatukan menjadi nilai bersama. Jika tata nilai sebagai pasangan sudah ditentukan bersama, maka pasangan suami istri bisa lebih mudah menentukan prinsip manajemen keuangan keluarga yang sesuai.

Misalnya, salah satu nilai yang mungkin dimiliki pasangan adalah “kestabilan keuangan.” Maka, mereka harus memastikan bahwa setiap bulan pendapatan mereka lebih besar dari pengeluaran mereka. Karena, jika bocor di pengeluaran, maka tentu hal tersebut akan mempengaruhi kestabilan keuangan mereka. Jika pasangan sudah sepakat menentukan tata nilai tersebut, manajemen keuangan keluarga akan jauh lebih mudah dilakukan.

Baca Juga  5 Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga Menurut Islam

Sebaliknya, sepasang suami istri punya tata nilai yang berbeda, misalnya salah satu menganggap penting kestabilan keuangan sementara yang lainnya mempunyai pandangan yang berbeda, atau menaruh kestabilan keuangan di prioritas nilai yang terakhir, jelas akan menimbulkan konflik bila tidak pintar-pintar dikelola.

Buat Rencana Tabungan Otomatis

Kebanyakan pasangan membuat kesalahan manajemen keuangan keluarga dengan menghabiskan pendapatan dan hanya menyimpan apa yang tersisa. Namun, sayangnya, hal ini justru berakibat mereka tidak dapat menyimpan apapun karena semuanya telah habis terpakai. Lama kelamaan, hal ini akan menimbulkan perasaan kesal dan keluarga akan lebih rentan terkena masalah jika mempunyai tabungan yang minim. Sebaiknya, pasangan selalu mengalokasikan persentase pendapatan untuk langsung dipotong secara otomatis. Sehingga, mereka sudah mengamankan keuangan keluarga untuk keperluan masa depan, yang membuat mereka lebih tenang secara mental dan berkurang kerentanan terhadap konflik.

Punya Rekening Individu dan Rekening Bersama

David Bach menyarankan, bahwa setiap pasangan sebaiknya mempunyai rekening individu masing-masing, dan juga mempunyai rekening bersama. Hal ini penting untuk manajemen keuangan keluarga yang baik. Rekening individu penting agar baik istri maupun suami mempunyai otonomi sendiri. Misalnya, jika ingin membelikan hadiah untuk satu sama lain. Lalu, rekening bersama juga penting, khususnya bagi mereka yang membagi pengeluaran tagihan seperti listrik, telepon, air, dan sebagainya. Rekening bersama ini juga bisa digunakan bagi yang ingin menyatukan uang bersama untuk tujuan investasi atau mencapai tujuan keuangan lainnya. Dengan begini, prinsip keadilan lebih terasa dan mengurangi konflik, karena setiap bagian dari pasangan mempunyai otonomi sendiri dan juga berkontribusi kepada tujuan bersama.

Baca Juga  Kenapa Riba Jadi Larangan Ekonomi Syariah? Simak 6 Alasannya Disini

Rutinkan Audit Pengeluaran untuk Capai Tujuan Keuangan

Kadang-kadang, pasangan suami istri tidak segera menyadari permasalahan keuangan mereka. Ketika tiba-tiba ditimpa masalah, maka keduanya bisa emosi dan saling menyalahkan. Dengan adanya rutinitas audit pengeluaran berdua secara rutin setiap bulan, mereka bisa menghindari jatuh ke dalam konflik yang tiba-tiba dan mengagetkan. Keterbukaan untuk jujur dalam mengevaluasi pengeluaran agar tujuan keuangan bersama bisa tercapai dengan baik adalah salah satu prinsip manajemen keuangan keluarga yang harus dilakukan jika ingin terus harmonis.

Pastikan Memiliki Apa yang Wajib Dimiliki Keluarga

Ada 3 hal yang harus diurusi dalam manajemen keuangan keluarga menurut David Bach. Pertama, dana pensiun. Kedua, dana kestabilan dan keamanan keuangan, misalnya dengan memiliki rumah. Ketiga, dana impian bersama, misalnya berlibur ke luar negeri setiap tahun, memberikan edukasi prima untuk anak-anak, dan sebagainya. Tentukan berdua apa yang wajib dimiliki oleh keluarga berdasarkan tata nilai yang telah ditentukan sebagai pasangan suami istri, dan diskusikan secara berkala bagaimana cara meraihnya. Dengan begini, keinginan bersama dan keinginan pribadi bisa diselaraskan, dan tidak ada yang merasa “tidak aman” secara finansial, sehingga potensi berkonflik pun bisa dikurangi.

Yuk, raih tujuan keuangan keluargamu dengan mendanai di platform peer-to-peer syariah ALAMI.

Platform peer-to-peer financing syariah ALAMI mempertemukan UKM dengan pendana. Teknologi kami menganalisa ratusan data untuk menghasilkan pembiayaan yang memiliki kualitas dan kredibilitas yang baik. Daftar sekarang untuk menjadi pendana ALAMI dan nikmati kemudahan proses pembiayaan syariah yang lebih efisien, akurat dan transparan.