Banner

Perusahaan fintech Peer to Peer (P2P) lending syariah, ALAMI bekerja sama dengan BukaPengadaan, salah satu lini bisnis Bukalapak di sektor e-procurement, untuk menyalurkan pendanaan syariah ke mitra dan pelanggan BukaPengadaan.

CEO ALAMI Dima Djani menyampaikan, pendanaan syariah ini diharapkan bisa menjadi pilihan bagi UMKM dan partner BukaPengadaan yang ingin merealisasikan spirit hijrah finansial untuk bisnisnya. 

“Secara umum, skema pembiayaan ini dapat dimanfaatkan melalui fitur BukaPengadaan yang terintegrasi pada platform Bukalapak. Sehingga opsi pembiayaan yang praktis dapat digunakan UMKM dalam memenuhi permintaan dan juga oleh pelanggan untuk setiap transaksi pengadaan,” jelas Dima Djani dalam keterangan resminya, Selasa (16/3/2021).

Dima menambahkan, platform e-procurement dibutuhkan bagi pelaku UMKM untuk menjaga produktivitas terus naik dan akses ke partner-partner usaha yang lebih luas lagi. 

“Kami menilai semangat BukaPengadaan ini sangat selaras dengan ALAMI, yakni mempermudah UMKM untuk terus produktif dan punya pilihan yang sesuai dengan prinsip-prinsip para owner-nya. Pembiayaan syariah dari kami, harap bisa memenuhi kebutuhan tersebut,” paparnya.

Komitmen Alami Jangka Panjang

Dima mengungkapkan komitmennya dalam membangun kolaborasi bersifat jangka panjang.

“BukaPengadaan adalah partner e-commerce pertama dalam menyalurkan pembiayaan. Melalui kerja sama strategis ini, mudah-mudahan semakin banyak UMKM mitra BukaPengadaan yang terhubung dengan pembiayaan yang adil dan transparan,” ujar Dima.

Direktur BukaPengadaan, Hita Supranjaya juga menyampaikan antusiasmenya terhadap kerja sama dengan ALAMI sebagai kolaborasi pembiayaan fintech pertama BukaPengadaan.

Baca Juga  Mengawal Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) Berbasis ISO 27001 di ALAMI bersama Arief Setiabudi, Chief Information Officer

“Kami menyambut baik sinergi bersama Alami untuk memberikan pilihan pembiayaan bagi UMKM mitra BukaPengadaan. Terlebih lagi, saat ini tren masyarakat ke opsi pembiayaan syariah juga cenderung naik. Sehingga dengan beragamnya pilihan pendanaan, kami berharap para pelaku usaha bisa lebih fokus mengembangkan usahanya,” ujar Hita.

Baca artikel asli

Banner