Perkembangan kinerja platform teknologi finansial peer-to-peer (fintech P2P) lending berbasis syariah asal Indonesia, PT Alami Fintek Sharia atau P2P Lending Syariah ALAMI menarik perhatian pemerintah Turki.

CEO ALAMI Dima Djani menceritakan kisahnya berdiskusi dengan pemerintah Turki pada kisaran Maret 2021 lalu, di mana otoritas Kementerian Industri dan Teknologi Turki tengah mencari benchmark fintech P2P syariah di beberapa negara Asia Tenggara, salah satunya Indonesia.

“Dalam pencarian mereka, nama ALAMI dipandang tepat untuk diajak berdiskusi lebih jauh. Ternyata, pemerintah Turki memang baru menjajaki pembentukan ekosistem P2P lending syariah, berikut regulasinya. Mereka sangat terkesan dengan kenyataan bahwa ALAMI mampu berkembang cepat di Indonesia, di tengah kondisi pandemi, kompetisi yang ketat, serta adopsi keuangan syariah di masyarakat kita yang belum optimal,” ungkap Dima dalam keterangannya, Selasa (6/4/2021).

Kunjungan ke Istanbul ditemani Duta Besar RI untuk Republik Turki Lalu Muhammad Iqbal, serta Wakil Menteri Industri dan Teknologi Republik Turki, Mehmet Fatih Kacir dan Cetin Donmez.

Diskusi menyoroti strategi ALAMI dalam menyusun model bisnisnya, serta membahas ketertarikan pemerintah Turki untuk menyelami best practices dan kisah sukses perkembangan fintek syariah dan ekosistem keuangan syariah di Indonesia.

Dima mengungkap pihaknya juga banyak bertukar pikiran soal kebijakan internal dan eksternal yang ada di Indonesia, salah satunya untuk tetap kompetitif di tengah industri yang sudah marak dengan pemain fintech konvensional.

Baca Juga  Terdaftar di OJK, Alami Fintek Sharia Target Beri Pinjaman Rp 80 M

“Hal serupa ternyata juga sudah jadi catatan oleh otoritas Turki, sehingga ALAMI saat itu berbagi bagaimana peran pemerintah Indonesia yang suportif terhadap perkembangan industri fintek syariah, demi mengantarkan Indonesia menjadi salah satu hub ekonomi halal dunia,” tambah Dima.

Prestasi P2P Lending Syariah ALAMI

Beberapa prestasi yang dicapai setelah melewati kondisi sulit semasa pandemi, di antaranya penyaluran pembiayaan sebesar Rp187 miliar, yang tercatat naik 20 kali lipat dibanding kuartal pertama tahun 2020.

“Angka tersebut bisa dicapai dalam waktu tiga bulan saja, di mana pada tahun lalu, jumlah ini setara dengan satu tahun penyaluran. Ini adalah peningkatan yang sangat luar biasa dan karenanya saya sangat berterima kasih pada seluruh karyawan ALAMI atas kerja kerasnya,” ungkap Dima.

Pencapaian kedua, yaitu pertumbuhan jumlah pendana (lender) baru. Hal ini terdongkrak oleh perkembangan platform, yang setelah sukses dengan versi website, ALAMI juga meluncurkan aplikasi di Android dan IOS.

Atas hal tersebut, perusahaan mencatat pertumbuhan pendana atau funders baru sampai 1.000 persen dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2020.

“Versi aplikasi mobile kami memang agak memakan waktu untuk resmi diluncurkan, karena kami terus melakukan testing internal sebelum benar-benar bisa dipakai masyarakat. Ini untuk menghindari user experience yang tidak nyaman, ataupun kendala teknis lain. Kami ingin aplikasi ini sempurna dulu sebelum sampai ke tangan user. Aplikasi ALAMI kini sudah dilengkapi pengingat shalat dan Al-Qur’an di dalamnya, sehingga pengguna bisa memanfaatkan aplikasi ini setiap saat,” ujarnya.

Baca Juga  Fintek ALAMI & BPRS Sukowati Sragen Kerja Sama Akselerasi Penyaluran Kredit Daerah

Ketiga, di akhir tahun 2020 P2P Lending Syariah ALAMI terpilih sebagai ‘Best P2P Financing Platform’tahun 2020 oleh The Asset Triple A Awards. Sebagai penerima penghargaan, ALAMI bersanding dengan bank dan lembaga keuangan ternama lainnya yang berada di Asia Pasifik, seperti Qatar Islamic Bank, Citibank dan HSBC. ALAMI merupakan satu-satunya perwakilan startup Indonesia yang mendapatkan penghargaan ini.

Terakhir, P2P Lending Syariah ALAMI juga giat untuk membangun kultur spiritual melalui kegiatan diskusi rohani, kegiatan sosial, serta pengajian virtual. P2P Lending Syariah ALAMI terus mendorong para karyawannya untuk mengaplikasikan nilai-nilai kebaikan Islam di ranah profesional dan personal, salah satunya dengan program tahfidz untuk karyawannya, sehingga dua di antara karyawan ALAMI berhasil menghafal juz 30.

Terkini, hingga Maret 2021, ALAMI telah mencatatkan akumulasi penyaluran pinjaman sekitar Rp520 miliar kepada ribuan UMKM di seluruh Indonesia dari sekitar 40.000 pendana yang terdaftar di platform ALAMI.

Baca artikel asli