Selama bulan Ramadan 2020, ALAMI mengadakan sesi diskusi online #RamadanTetapTangguh yang bertujuan memberikan berbagai wawasan yang diperlukan dalam menghadapi realita baru yang hadir di tengah pandemi COVID-19.

Dalam episode ketiga #RamadanTetapTangguh, ALAMI mengundang Joe Ueno, pelatih pertahanan diri yang juga seorang Country Security Specialist. Beliau telah melatih berbagai unit khusus dari kesatuan Kepolisian Republik Indonesia. Meluangkan waktunya melalui sesi Instagram Live di IG @alamisharia, Joe Ueno berbagi tips melindungi diri dengan lebih baik.

Joe Ueno. spesialis keamanan negara memberikan tips melindungi diri
Joe Ueno, spesialis keamanan negara dan pelatih pertahanan diri

Bentuk Kriminalitas yang Terjadi di Masyarakat

Salah satu bentuk kriminalitas yang kini sedang terjadi di masyarakat antara lain adalah dengan mengambil kesempatan untuk berpura-pura menjadi pembersih dan penyemprot disinfektan. Begitu juga cybercrime yang semakin berkembang, mulai dari penyebaran link, atau dengan hacking secara besar-besaran. Selain itu, di akhir bulan April 2020, POLRI melaporkan bahwa tingkat kriminalitas naik sekitar 11,6%. Lebih mengkhawatirkan lagi, tren kriminalitas tersebut mengarah pada pencurian dengan kekerasan (curas). Hal tersebut juga banyak ditemukan terjadi di minimarket, tempat yang sering kita datangi. Joe Ueno mengingatkan bahwa saat ini, karena keadaan ekonomi yang saat ini masih tertatih-tatih, kita perlu menyiapkan diri untuk jangka panjang dengan memperbaiki mindset kita.

Belajar Mindset yang Melindungi Diri

Untuk dapat melindungi diri dengan baik, Joe menyarankan ada beberapa hal yang perlu kita terapkan dalam pola pikir kita.

  • Pertama, kita harus lebih kritis untuk menilai mana informasi yang benar dan mana yang salah.
  • Kedua, kita juga harus aware dengan keadaan sekitar dan perkembangan terbaru agar tidak mudah ditipu. Misalnya, ketika kita mengetahui bahwa di minimarket trend kejahatan sedang meningkat, tentunya akan lebih bijak untuk membatasi barang yang kita bawa ketika hendak membeli sesuatu di mini market dan maintain low profile at all times kita berada di luar rumah. Satu teknis praktis yang bisa dilakukan adalah menyiapkan mug wallet. Taktik ini biasa dipraktekkan oleh Joe. Mug wallet adalah sebutan untuk dompet yang siap dirampok. Hanya diisi uang dengan nominal kecil beberapa lembar, dan tanpa kartu identitas apalagi ATM apapun. Demi keamanan diri, lebih baik kita menyerahkan dompet tersebut jika ditodong, dan kita bisa cepat-cepat membebaskan diri kita ke keadaan yang lebih aman.
  • Ketiga, kenali waktu-waktu terjadi kejahatan. Walaupun kejahatan juga bisa terjadi di siang hari, namun kejahatan lebih banyak terjadi di waktu malam. Batasi waktu keluar kita dan sebisa mungkin hindari harus keluar rumah di malam hari.
  • Keempat, survival is the most important thing. Dalam menghadapi kejahatan, kita harus menargetkan “survival”, atau dalam kata lain, bertahan hidup. Menang dalam menghadapi kejahatan di dunia nyata bukan seperti di film-film dimana kita bisa membuat KO para penjahat. Kita perlu ingat bahwa kejahatan di dunia nyata cukup kompleks dengan berbagai faktor yang mungkin terjadi, mulai dari senjata tajam yang dipegang si penjahat, kenyataan bahwa penjahat mungkin berada di bawah pengaruh alkohol dan sedang mabuk, sampai perasaan tertekan secara psikologis yang muncul di diri kita. Maka, yang paling penting adalah memastikan kita bisa berada dalam situasi aman secepat mungkin dan mempertahankan hidup dan nyawa kita. Lakukan apa yang bisa kita lakukan untuk bertahan hidup. Jika kita bisa bekerjasama dengan memberikan mug wallet dan keluar dari situasi tersebut dengan aman tanpa tersakiti secara fisik, maka kita sudah menang.
  • Kelima, belajar membaca eskalasi. Lakukan perlawanan fisik hanya ketika kita sangat kepepet dan nyawa kita terancam. Untuk sasaran target yang dikenal sangat melemahkan penjahat, kita bisa menargetkan mata, tenggorokan, kemaluan, dan tulang kering. Kemudian, pastikan bahwa kita secepat mungkin keluar dari tempat tersebut dan cari bantuan.
  • Keenam, terus persiapkan diri dan mawas diri untuk menghadapi segala kemungkinan yang ada.

“Awareness is Our First Line of Defense”

Menurut Joe, sangat penting untuk kita melatih kesadaran dan kemampuan mawas diri yang kita miliki. Kemampuan untuk mempertajam kesadaran dan mawas diri tersebut akan menjadi modal pertama kita untuk bisa melindungi diri. Kita harus melatih diri kita agar memiliki spatial awareness yang lebih peka. Yaitu, mempunyai kesadaran untuk mengerti lingkungan sekitar kita. Setiap manusia, kata Joe, sudah dibekali dengan insting yang secara alami bisa memberi tahu kita. Kita akan merasa tidak nyaman dan berada dalam bahaya jika sedang terancam. Berbagai pertanda fisik juga bisa muncul: misalnya jantung kita berdebar-debar, dan mata mengecil. Maka, kita perlu mendengarkan insting naluri kita. Insting yang lebih peka bisa dilatih. Salah satunya adalah dengan selalu mengetahui siapa saja yang berada di sekeliling kita.

Alat untuk Melindungi Diri

Dalam pertahanan diri, alat yang paling jitu dan mudah digunakan oleh orang awam adalah pepper spray. Alat ini mudah didapatkan dan gampang dipakainya. Tersedia dalam bentuk spray dan gel, alat ini kecil ukurannya, tahan lama, dan mempunyai jangkauan yang cukup jauh. Penjahat yang terkena pepper spray akan terlemahkan secara signifikan, sehingga korban bisa membebaskan diri ke tempat yang lebih aman.

Sedangkan untuk senjata lainnya, seperti baton atau senter, tactical pen dan tactical flashlight, membutuhkan pelatihan yang lebih komprehensif dari instansi terkait. Selain itu, warga sipil juga tidak dibolehkan membawa senjata tajam. Alat pertahanan diri yang kompleks membutuhkan pemahaman penggunaannya, bagaimana menggunakannya, bagaimana implikasinya kepada penjahat, dan apa efeknya untuk lingkungan. Secara psikologis, kita juga harus menyiapkan diri karena kita mungkin akan berada dalam keadaan tertekan, takut, atau marah.

Sebaiknya, kita tetap tidak berkelahi atau melakukan eskalasi sampai kita benar-benar terancam nyawanya. Karena, tindakan kekerasan akan mempunyai akibat secara legal dan kesehatan, dan juga meninggalkan dampak terhadap kejiwaan kita. Semua kekerasan akan meninggalkan bekas. Bahkan jika kita memutuskan melawan, mungkin tidak akan efektif karena dalam keadaan tertekan, otak kita akan melakukan gerakan dasar. Untuk lebih efektif, kita harus belajar melakukan striking, grappling dan gerakan dasar lainnya secara rutin untuk terlatih mengubah response kita terhadap stimulus. Kita juga harus belajar dinamika menghadapi senjata tajam. Namun, untuk tips melindungi diri yang terbaik adalah dengan ilmu (research, information) dan kesadaran tinggi dengan keadaan sekitar kita.  

Bagaimana dengan melindungi diri secara finansial? Tentunya, salah satu cara kita bisa meningkatkan perlindungan diri secara finansial adalah dengan menambah sumber pendapatan, misalnya sumber pendapatan pasif. ALAMI menyediakan platform peer-to-peer financing syariah di Indonesia yang mempertemukan UKM dengan pemberi pembiayaan. Teknologi kami menganalisa ratusan data untuk menghasilkan pembiayaan yang memiliki kualitas dan kredibilitas yang baik. Daftar sekarang untuk menjadi pendana ALAMI dan nikmati kemudahan proses pembiayaan syariah yang lebih efisien, akurat dan transparan.