I’tikaf merupakan amalan ibadah berdiam diri di masjid selama bulan Ramadan khususnya di 10 hari terakhir. Melaksanakan i’tikaf di masjid semata-mata ingin mendapatkan malam lailatulqadar yang jatuh pada malam-malam ganjil di 10 malam terakhir bulan Ramadan. Dengan adanya pandemi COVID-19, semua kegiatan dibatasi untuk di rumah saja. Apakah i’tikaf ramadan di rumah apakah dibolehkan saat pandemi?

Sebab, lazimnya itikaf ramadan dilaksanakan dan berdiam diri di masjid. Seperti yang dijelaskan secara terminologi, oleh Syaikh Muhammad bin Qasim al-Ghazi dalam kitabnya Fath al-Qarib al-Mujib, i’tikaf berarti berdiam diri di masjid dengan sifat tertentu.

I’tikaf hukumnya sunnah dan waktunya boleh dilakukan kapan saja. Namun, ketika bulan Ramadan, amalan ibadah ini dianjurkan untuk menambah pahala, khususnya di 10 hari terakhir bulan Ramadan.

Bolehkah I’tikaf Ramadan di Rumah saat Pandemi?

Ibadah di masjid memang menjadi simbol yang bermakna serta pahala yang menjanjikan. Namun, di kala pandemi ini, apalagi tingkat kasus COVID-19 bisa menjadi halangan tersendiri untuk beribadah di dalam masjid. 

Dikutip dari website Nahdlatul Ulama islam.nu.or.id, bahwa di saat pandemi ini melaksanakan i’tikaf ramadan di rumah bisa saja dilakukan. Melaksanakan ibadah i’tikaf ramadan di ruangan dalam rumah yang dikhususkan untuk shalat hukumnya boleh dan sah dilakukan bagi perempuan. 

Lalu bagaimana untuk laki-laki?

Secara umum beberapa ulama berapa ulama berpandangan bahwa i’tikaf bagi laki-laki harus dilaksanakan di masjid. Meski begitu ada juga pandangan ulama lain, misalnya menurut Qaul qadim dan Abu Hanifah berpendapat boleh i’tikaf di rumah, asalkan ada sebab yang membuatnya i’tikaf di dalam di rumah.

Baca Juga  Sebarkan Nilai Kebaikan Syariah Di Momen Ramadhan Bersama ALAMI Fest 2021

Dari pandangan ini, maka dalam bolehnya itikaf di rumah bagi laki-laki adalah pemahaman bahwa shalat sunnah bagi laki-laki yang paling utama adalah dilaksanakan di rumah, maka ibadah i’tikaf disamakan dengan ibadah shalat sunnah lainnya – dikutip dari Syekh Abdul Karim bin Muhammad ar-Rafi’i, al-‘Aziz Syarh al-Wajiz, melalui islam.nu.or.id.

Begitupun menurut Muhammadiyah yang dikutip dari website resminya, muhammadiyah.or.id, bagi laki-laki seharusnya melaksanakan i’tikaf di masjid, tapi bisa dilaksanakan di rumah dengan keadaan tertentu seperti pandemi sekarang ini.  Jika pun ingin melaksanakan i’tikaf di dalam masjid tentunya harus diikuti oleh protokol kesehatan. 

Ada pun niat i’tikaf di masjid adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ

nawaitu i’tikaf wa hadzal masjidi

aku niat i’tikaf dan ini adalah mesjidku”

Bacaan Niat I’tikaf di Rumah

I’tikaf ramadan di rumah dilaksanakan di ruangan khusus untuk shalat. Ada pun sebelum melaksanakan i’tikaf di dalam rumah ada niat yang perlu dilafalkan.

نَوَيْتُ الإعْتِكَافَ فِى هَذَا الْمَكَانِ لله تَعَالَى    

“Nawaitu al-i’tikâfa fî hâdza al-makâni lillâhi ta’âlâ”    

“Aku niat i’tikaf di tempat ini hanya untuk Allah SWT”

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melaksanakan i’tikaf di ruangan khusus untuk shalat yang terdapat di rumah bisa dilaksanakan untuk perempuan (menurut mazhab Hanafi). Tapi di mazhab Syafi’i , i’tikaf harus dilaksanakan di masjid, terutama oleh kaum laki-laki.

Baca Juga  Simak Testimoni Tiar, Funder ALAMI: Tim ALAMI Sangat Suportif di Semua Prosesnya

Ada juga pendapat ulama lain yang memperbolehkan kaum laki-laki melaksanakan i’tikaf di dalam ruangan khusus shalat di rumah, dan itu pun dilaksanakan jika ada halangan tertentu seperti pandemi COVID-19.

Agenda I’tikaf Ramadan di Rumah

Jika kamu ingin mengagendakan i’tikaf di dalam rumah karena ada halangan tertentu untuk melaksanakannya di masjid, maka buatlah agendanya. Apalagi jika kamu sudah berkeluarga, ada suami dan istri serta anak-anak. Dimulai dengan melaksanakan shalat Isya, tarawih, mengaji Al-Qur’an, tausiyah agama, tahajud, makan sahur, dan ditutup shalat Subuh. 

Kegiatan i’tikaf di dalam rumah ini bisa menjadi berkah bagi seisi keluarga. Inilah momentum pendidikan keluarga yang intensif. Seorang ayah terbiasa menjadi imam. Seorang ibu memberi tausiyah. Anak-anak terkoreksi bacaan Al-Qurannya, shalatnya, dan puasanya.

Manfaatkan Fitur Al-Qur’an Digital di ALAMI App Mobile

Mengisi waktu di sepuluh hari terakhir ini dianjurkan untuk membaca Al-Qur’an sebagai bentuk amalan untuk menambah pahala. Terutama kamu yang akan melaksanakan i’tikaf di rumah, membaca Al-Qur’an merupakan salah satu kegiatan di dalamnya. 

Untuk mempermudah kamu membaca dan mengamalkan tadarus atau membaca Al-Qur’an kapan pun dan di mana pun – sesuai dengan adab yang benar – ALAMI Mobile App kini tersedia Al-Qur’an digital. 

Dengan Al-Qur’an ALAMI Mobile App kamu bisa membacanya setiap saat seperti di sela-sela pekerjaanmu, mengantre atau sedang dalam transportasi menuju tempat bekerja. Al-Qur’an digital yang ada di ALAMI Mobile App lebih mudah dengan pembagian per juz. Jadi jika kamu ingin mengkhatamkan Al-Qur’an bisa dimulai per juz. Saat ini ALAMI Mobile App sudah tersedia untuk android dan iOS. Keduanya bisa didownload di masing-masing platform, Play Store untuk versi android dan di App Store untuk versi iOS. 

Baca Juga  10 Tradisi Ngabuburit Unik di Indonesia