Saat ini sedang berkembangnya sistem ekonomi syariah, atau bisa disebut juga sebagai ekonomi Islam. Ekonomi syariah ini berkembang di tengah perjalanan ekonomi konvensional yang sudah lama ada. Namun, sebenarnya ekonomi syariah ini sudah ada dan diterapkan di segala aspek kehidupan masyarakat pada zaman Nabi Muhammad SAW memimpin Madinah.

Seiring perkembangan zaman dan perjalanan waktu, sistem ekonomi konvensional lebih dikenal dan berkembang luas di dunia. Kabar baiknya, saat ini pemerintah sedang menggenjot pertumbuhan ekonomi syariah, dan banyak masyarakat beralih menggunakan sistem ekonomi Islam ini di dalam setiap aspek kehidupannya sehari-hari.

Yang kamu perlu ketahui terlebih dahulu adalah apa sih ekonomi syariah itu?

Menurut salah satu pakar ekonomi yang dikutip melalui suara.com, Monzer Kahf, ekonomi syariah adalah bagian dari ilmu ekonomi yang bersifat interdisipliner atau tidak dapat berdiri sendiri dan perlu penguasaan baik terhadap ilmu pendukungnya. Sedangkan menurut M.A Mannan, merupakan ilmu yang mempelajari masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai Islam.

Berdasarkan pendapat dua pakar itu, dapat disimpulkan bahwa ekonomi syariah adalah bentuk penerapan konsep nilai Islam dalam menjalankan kegiatan ekonomi baik secara langsung maupun tidak langsung.

Karena berlandaskan ajaran dan nilai-nilai Islam, sistem ekonomi ini memiliki sifat dasar yang kamu harus pahami juga sebagai ekonomi rabbani dan insani. Dikatakan sebagai ekonomi rabbani karena sarat dengan arahan dan nilai ilahiah.

Sementara itu, dikatakan sebagai ekonomi insani karena sistem ekonomi ini dilaksanakan dan ditujukan untuk kemakmuran manusia. Ekonomi syariah juga memiliki sifat yang tak kalah penting juga yaitu keimanan.

Baca Juga  Ingin Raih Kemerdekaan Finansial? Coba 5 Pola Pikir Ini

Keimanan merupakan komponen penting dalam ekonomi syariah karena secara langsung akan mempengaruhi cara pandang dalam membentuk kepribadian, perilaku, gaya hidup, selera, dan preferensi manusia, sikap-sikap terhadap manusia, sumber daya, dan lingkungan. Selain itu juga memberikan moral yang mengarah pada tujuan penggunaan sumber daya dan juga memotivasi mekanisme yang dibutuhkan bagi operasi yang efektif. 

Tujuan Ekonomi Syariah

Tujuan Ekonomi Syariah sejalan dan selaras dengan tujuan dari syariat Islam itu sendiri yakni maqashid asy syari’ah, yakni mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat, melalui tata kehidupan yang lebih baik. Tujuan yang ingin dicapai meliputi aspek mikro ataupun makro, mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Bahkan, seorang fuqaha atau ahli fiqih dari Mesir Prof. Muhammad Abu Zahrah mengatakan ada tiga sasaran hukum Islam yang diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia, yaitu – dikutip dari buku Afzalur Rahman Doktrin ekonomi Islam Jilid I.

Selain itu, ekonomi syariah ini juga memiliki tujuan untuk menyucikan jiwa setiap muslim agar harta yang dimakannya berasal dari sumber kebaikan, serta harta yang dibelanjakannya juga memberikan kebaikan bagi banyak orang dan lingkungan sekitar.

Namun, lebih dari pada itu, tujuannya adalah tercapainya kemaslahatan yang dirasakan oleh banyak orang. Para ulama menyepakati bahwa kemaslahatan yang menjadi puncak sasaran di atas mencakup lima jaminan dasar, yaitu: keselamatan keyakinan agama, keselamatan jiwa, keselamatan akal, keselamatan keluarga dan keturunan  dan keselamatan harta benda.

Baca Juga  Ekonomi Syariah Akan Jadi Pemicu Pemulihan Ekonomi Nasional Pasca Pandemi

Karakter Ekonomi Syariah

Karakter ekonomi syariah tentunya sangat berbeda dengan ekonomi konvensional. Ekonomi syariah memiliki tiga karakter khusus yang membedakan dengan sistem ekonomi konvensional lainnya. Pertama ekonomi ketuhanan, yaitu bersumber dari Allah SWT. Kedua, ekonomi pertengahan adalah memiliki keseimbangan antara berbagai aspek. Dan yang ketiga, ekonomi berkeadilan yakni memperlihatkan aspek keadilan bagi semua pihak yang terlibat dalam praktik ekonomi syariah.

Tantangan Ekonomi Syariah

Dikutip dari Beritasatu.com, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso yakin industri keuangan syariah akan tetap bagus di Indonesia. Ia juga bahkan menyebut industri syariah bakal berpotensi tumbuh dengan skala yang lebih besar lagi. Tapi untuk mencapainya ada beberapa tantangan yang harus dihadapi.

Salah satunya adalah pengembangan UMKM yang sangat membutuhkan pendanaan. Menurut OJK, UMKM sangat membutuhkan pendanaan yang berbasis syariah.  Hal tersebut perlu didukung ekosistem yang lengkap termasuk industri halalnya.

Bahkan dikutip dari Liputan6.com, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengakui ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Air masih jauh dari optimal. Sebab, potensinya masih kecil hanya sekitar 7-8 persen. Bahkan, keuangan syariah di perbankan baru mencapai 6,7 persen saja. Selain itu, Menurut Menteri BUMN Erick Thohir, yang dikutip dari kumparan.com, menyebut penerapan ekonomi syariah di Indonesia sedikit tertinggal dengan negara tetangga seperti Malaysia. Menurut Erick, di Malaysia, hadirnya bank syariah di sana sudah dimulai sejak tahun 1963, sedangkan di Indonesia baru tahun 1991.

Baca Juga  Berikan Perhatian Terbaik Untuk Pendana ALAMI Bersama Thia Gustiasya, Funding Manager

Nah, setelah membahas panjang mengenai ekonomi syariah dari pengertian hingga tujuannya,  ALAMI akan menggelar ALAMI Fest 2021 pada 16-17 April nanti. Di acara ini segala aspek tentang ekonom syariah akan dibahas. Di ALAMI Fest 2021 akan ada 8 webinar inspiratif yang membahas mengenai kebaikan dari nilai-nilai syariah dari segala aspek. Webinarnya gratis lho! Siapa pun bisa ikut di acara tersebut. 

Akan banyak sekali pembahasan tentang ekonomi syariah lebih luas lagi. Misalnya, bagaimana ekonomi syariah akan semakin tumbuh di tahun 2021 ini, yang akan dibahas pada sesi Sharia Economy Outlook 2021: The Rise of a Sleeping Giant, oleh ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Dr Aviliani, SE, MSi.

Mau tau sesi dan topik apa saja yang akan dibahas di ALAMI Fest 2021? Ayo segera daftar untuk jadi peserta dengan klik link ini bit.ly/ALAMIFest2021

Oh iya, nggak lupa juga untuk mendownload ALAMI Mobile App di Playstore agar kamu bisa menjadi funder di ALAMI. Dengan mendaftar sebagai funder di ALAMI, kamu sudah membantu UKM yang sedang membutuhkan pendanaan agar usahanya semakin berkembang. Selain itu nantinya kamu bakalan mendapatkan imbalan dari hasil keuntungan usaha UKM yang kamu ikut danai.

Daftar sekarang untuk menjadi funder di ALAMI dengan mengklik link ini, dan download ALAMI Mobile App-nya di Playstore dengan klik link ini