Awal bulan Desember, Forbes merilis daftar tahunan “30 Under 30 – Edisi 2021”, dimana majalah bisnis ini merilis 30 nama mereka yang sudah memimpin di industrinya masing-masing sebelum berusia 30 tahun. Salah satunya adalah nama Hafsah Faizal, yang termasuk di industri Arts & Style. Hafsah Faizal adalah seorang perempuan Muslim kelahiran Florida, Amerika Serikat, pada tahun 1993. Hafsah yang dibesarkan di California dan kini tinggal di Texas ini adalah seorang perempuan bercadar atau istilahnya “niqabi.” Kenapa Hafsah terpilih sebagai Forbes 30 Under 30? Yuk, lihat lebih lanjut prestasi dari Hafsah!

Hafsah Faizal: Niqabi Pertama yang Menulis Novel New York Times Bestseller

Hafsah Faizal mulai terkenal ketika merilis novel debutnya, We Hunt the Flame, di tahun 2019. Ketika baru saja dirilis sekitar bulan Juni 2019, novel ini langsung mendapatkan posisi no. 5 di daftar New York Times Bestseller, daftar buku terlaris di Amerika Serikat, berdasarkan angka penjualan pada periode tertentu tersebut. Novel fantasi yang ditujukan untuk pembaca remaja ini langsung merebut perhatian dari berbagai kalangan. Hafsah mampu meramu cerita untuk para pembaca modern dengan setting kerajaan yang terinspirasi dari budaya Arab di masa lalu.

Di buku ini, Hafsah menceritakan kisah Zafira, seorang remaja perempuan yang pura-pura menjadi lelaki demi menyelamatkan masyarakatnya, dan Nafir, seorang pembunuh bayaran yang ditugaskan untuk membunuh Zafira.

Baca Juga  Yuk, Ketahui 6 Kelebihan P2P ALAMI

Walaupun kisah Hafsah sebenarnya terlihat seperti kesuksesan yang tiba-tiba, namun sebelum berhasil merilis novel pertamanya, sebenarnya Hafsah sudah mengasah kemampuannya sejak 10 tahun yang lalu.

Novel pertamanya ditulisnya di umur 17 tahun. We Hunt the Flame sebenarnya adalah novel kelima yang ditulisnya.

Ia juga kerap aktif sebagai blogger yang mengamati dunia pemasaran dan penerbitan buku sejak tahun 2010.

Ia juga berkiprah sebagai pemilik bisnis IceyDesigns, firm desain yang menawarkan desain website, dan branding collateral untuk para penulis, dan juga menjual berbagai merchandise yang terinspirasi dari dunia literatur.

Bagaimana Hafsah Faizal Bisa Menerbitkan Bukunya?

Sebagai seorang Muslim Amerika yang bercadar, Hafsah termasuk kelompok minoritas yang kerap mendapatkan banyak halangan untuk sukses. Tapi Hafsah tetap tidak menyerah. Dia menggunakan kekuatan media sosial.

Ketika ia sedang dalam tahap penyelesaian novel We Hunt the Flame, ia terus-menerus menulis tentang hal tersebut di akun Twitternya, sampai akhirnya beberapa agen penerbitan mendukungnya untuk mengikuti event #DVpit, sebuah event tahunan yang berlangsung selama 2 hari sejak tahun 2014.

#DVpit sendiri adalah pitching event yang diadakan di Twitter, khusus untuk para penulis dari masyarakat yang termarjinalkan di Amerika Serikat dan tidak mendapatkan representasi yang sewajarnya dan seharusnya selama ini di sana. Contohnya, ya masyarakat Muslim Amerika seperti Hafsah.

Lewat event ini, diharapkan para penulis dari kalangan yang terpinggirkan tersebut akhirnya mendapatkan agen penerbit yang mampu menjual bukunya ke penerbit ternama.

Baca Juga  Interview dengan Funder ALAMI: P2P Syariah Bersama ALAMI, Transparan dan Lebih Berkah

Di hari event, sebenarnya ia belum merasa siap namun sudah menyelesaikan novelnya. Akhirnya ia tetap go ahead dan melakukan pitch. Pitch-nya tersebut membuatnya menerima lebih dari 100 permintaan untuk mewakilinya dalam penjualan bukunya ke penerbit.

Namun, Hafsah pun menyeleksi lagi sepertiganya, dan hanya menerima tawaran final dari sepertiganya lagi dari jumlah yang telah diseleksi. Setelah ia memilah-milih, akhirnya pilihannya jatuh kepada John Cusick dari Folio Literary Management, yang berhasil menjual bukunya ke penerbit ternama Farrar, Straus, and Giroux, dan melejitkannya menjadi New York Times Bestseller.

Tahun 2021, Hafsah akan merilis novel fantasi selanjutnya, yang masih menceritakan kisah Zafira dan Nafir, We Free the Stars, dan Eternally Yours, sebuah buku antologi cerita pendek dengan tema paranormal romance untuk young adults, bersama dengan nama-nama terkenal dari penulis fiksi remaja lainnya.

Yuk, lakukan hijrah finansial melalui pendanaan untuk UKM dengan prinsip syariah dan didukung proses yang nyaman, aman, dan efisien dengan teknologi. Platform peer-to-peer financing syariah ALAMI mempertemukan UKM dengan pemberi pendana. Teknologi kami menganalisa ratusan data untuk menghasilkan pembiayaan yang memiliki kualitas dan kredibilitas yang baik. Daftar sekarang untuk menjadi pendana ALAMI dan nikmati kemudahan proses pembiayaan syariah yang lebih efisien, akurat dan transparan.

ALAMI juga telah meluncurkan ALAMI Android Mobile App. Klik link ini untuk install ALAMI Mobile App sekarang!

Tagged in: