Serial Hijrah Finansial akan menceritakan berbagai kisah mereka yang telah berhasil menjalankan sunnah Rasulullah SAW dan prinsip-prinsip syariah dalam hal keuangan dan ekonomi.

Anjuran Berbuat Baik Kepada Orang Tua

Anjuran berbuat baik kepada orang tua di Quran

Sebagai seorang Muslim, kita selalu diingatkan untuk berbuat baik kepada orang tua. Tertulis di Al-Qurán setidaknya ada 5 ayat yang menggunakan redaksi “wa bil walidayni ihsana” atau “bi walidayhi ihsana”. Perintah tersebut ada di Al-Qur’an Surat Al-Isra’ (17) ayat 23, Surat Al-Baqarah (2) ayat 83, Surat An-Nisaa’ (4) ayat 36, Surat Al-An’am (6) ayat 151 dan Surat Al-Ahqaf (ayat 15).

Selain itu, ada juga pembahasan tentang berbakti kepada orang tua di Surat Luqman (32): 14, dengan redaksi sebagai berikut:

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu” (QS. Lukman: 14).

Ihsan mempunyai arti “terbaik” atau “kesempurnaan”. Menurut Nouman Ali Khan dalam sebuah videonya, bahkan ketika kita melakukan ibadah lainnya, misalnya shalat atau puasa, Allah tidak menggunakan kata ihsan. Jadi, memang dalam berbakti kepada orang tua, ada sebuah ekspektasi yang ditetapkan lebih tinggi dari ibadah-ibadah lainnya.

Lebih lanjut, menurut berbagai ulama tafsir dalam buku-bukunya, seperti penggunaan kata “bi”, dan bukan kata “li” yang berarti untuk, boleh jadi menunjukkan bahwa esensinya manfaat dan kebaikan dari perbuatan berbuat baik kepada orang tua adalah bukan untuk orang tua, tetapi akan dirasakan oleh sang anak sendiri.

Selain itu, penggunaan kata “bi” juga menunjukkan kelekatan atau kedekatan. Bukan hanya secara fisik, tapi juga secara emosional dan spiritual. Tambahan lagi, penggunaan kata “li” seringkali menunjukkan kepemilikan. Sehingga, dengan tidak digunakannya kata tersebut, boleh jadi bermakna bahwa berbuat baik kepada orang tua bukan hanya dengan material tetapi juga dengan penghormatan pribadi. Masih bersambung, penggunaan kata “ihsan” juga menunjukkan arti sebagai “perlakuan yang lebih baik lagi” dan bahwa bakti kepada orangtua harus melingkupi aspek perolehan nikmat berkaitan dengan diri, jasmani, maupun kondisinya. Walaupun orangtua tidak bersikap baik kepada kita, kita tetap harus memperlakukannya dengan lebih baik lagi, karena diksi yang digunakan adalah “ihsan”, bukan “adil” misalnya.

Baca Juga  Bicara Kesehatan Jiwa bersama dr. Gina Anindyajati

Pembahasan lebih lanjut tentang hal ini bisa kamu lihat di artikel Tafsir Ayat “Wa bil Walidayni Ihsana” dari Aspek Bahasa karangan Nadirsyah Hosen.

Bagaimana Amanda Berbuat Baik Kepada Orang Tua

Amanda, 33 tahun, adalah seorang perempuan lajang dan karyawan di bagian keuangan sebuah perusahaan FMCG multinasional yang berkantor di Jakarta. Berbuat baik kepada orang tua adalah sebuah sunnah yang selalu dijalankan perempuan ini sejak lulus kuliah. Mempunyai kedekatan emosional yang sangat lekat dengan orang tuanya, Amanda sudah mulai menyisihkan 40% penghasilannya sejak pertama kali masuk kerja setelah lulus kuliah 10 tahun yang lalu. Waktu itu, ia langsung menyisihkan sebagian penghasilannya dengan mentransfer uang ke rekening ibunya.

Berbagi adalah nilai yang sangat ditekankan di keluarga Amanda. Ia sering melihat ibunya membantu saudara-saudara di kampung halaman di Tanjung Pinang dengan berbagai bantuan material maupun emosional.

Selang beberapa tahun bekerja, Amanda mulai menghentikan transferan ke orang tuanya. “Waktu itu, setelah ditransfer, ternyata nyokap gue tetap meminta dibelikan banyak barang setiap bulannya. Jadi akhirnya gue memutuskan untuk mengubah, tidak lagi mentransfer, tapi setiap nyokap minta dibelikan barang, gue akan belikan.”

Ayah Amanda adalah seorang pensiunan dari industri minyak dan gas. Beberapa tahun lalu, beliau mendirikan perusahaan konsultansi yang mengerjakan pekerjaan project-based bersama beberapa rekannya. Namun, ternyata selama belakangan ini, industri minyak dan gas mulai mengalami penurunan dan akhirnya perusahaan beliau tidak bisa berjalan sebaik yang diharapkan. Semenjak itulah, Amanda mulai menanggung banyak pengeluaran rumah tangga keluarga.

Baca Juga  Ingin Raih Kemerdekaan Finansial? Coba 5 Pola Pikir Ini

Akhirnya, kakak Amanda, seorang laki-laki yang sudah menikah, memutuskan untuk bekerjasama. “Mulainya karena kakak gue yang ngajak. Akhirnya selama beberapa saat belakangan ini, khususnya setelah harus WFH dan biaya makan di rumah jadi membengkak karena semua orang ada di rumah, akhirnya gue sama kakak gue bagi-bagi tanggungjawab pembayaran. Semua pengeluaran di rumah ditanggung sama gue dan kakak gue, mulai dari listrik sampai makan sehari-hari. Tetapi, tetap saja kakak gue yang porsinya lebih banyak karena kan dia laki-laki,” cerita Amanda.

Porsi penghasilan Amanda yang kini digunakan untuk kebutuhan orang tua pun sama seperti porsi yang diberikannya di awal bekerja. “Kurang lebih sekitar 40% dari penghasilan gue. Jadi, kalau misalnya nyokap dan bokap ada uang atau ada tabungan, biar itu buat keinginan mereka, seperti misalnya mau beli apa, atau makan di luar dimana, untuk hal-hal yang sifatnya keinginan mereka, bukan kebutuhan mereka. Karena kebutuhan mereka, mereka sudah nggak keluar duit sama sekali,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah pengaruh yang dirasakan dalam hidupnya dari kebiasaannya berbuat baik kepada orang tua, Amanda merasa bahwa pekerjaannya selalu lancar dan sesuai dengan keinginan dan harapannya. Amanda berharap bahwa ia selalu bisa nyaman dalam menjalankan pekerjaannya.

Pernah waktu itu setelah beberapa lama di role yang sama, Amanda ingin mencoba di role lain dan mendaftar ketika ada kesempatan pindah ke bagian lain di dalam kantornya. Hal ini purely karena ia bosan dan ingin mencoba hal baru, walaupun sebenarnya pekerjaannya lancar dan timnya pun sangat baik dalam diajak bekerjasama. Sampai akhirnya, ketika tinggal dua orang yang menjadi kandidat terakhir, ternyata Amanda tidak terpilih. Ketika tahu bahwa ia tidak terpilih, Amanda sempat kesal dan kecewa. Namun, akhirnya terungkap hikmahnya, dan ia merasa bahwa hal tersebut adalah blessing in disguise.

Tidak lama, setelah kandidat terpilih menjalani pekerjaan tersebut, ternyata ada manajer baru di divisi tersebut. Manajer baru tersebut adalah karyawan lama yang sudah resign dan ternyata bergabung kembali, yang dikenal sangat tidak bisa bekerjasama dengan baik. Sampai akhirnya, kandidat terpilih sangat stress menjalani pekerjaannya dan akhirnya memilih untuk resign dari kantor.

Baca Juga  Puasa Senin Kamis: Keutamaan, Niat, Manfaat & Panduan Lengkapnya

Saat beberapa waktu telah berlalu dan ia kembali mengeluh tentang pekerjaannya, ibunya juga yang mengingatkannya untuk selalu bersyukur, karena banyaknya orang yang justru tidak punya pekerjaan di saat seperti ini. Jika Amanda sedang merasa low atau bad mood, ia hanya perlu menghabiskan waktu sebentar bersama ibunya untuk kembali ceria, bersemangat, dan mampu menjalani pekerjaannya lagi dengan baik.

Pic source: Twenty20

Yuk, lakukan hijrah finansial melalui pendanaan untuk UKM dengan prinsip syariah dan didukung proses yang nyaman, aman, dan efisien dengan teknologi. Platform peer-to-peer financing syariah ALAMI mempertemukan UKM dengan pemberi pembiayaan. Teknologi kami menganalisa ratusan data untuk menghasilkan pembiayaan yang memiliki kualitas dan kredibilitas yang baik. Daftar sekarang untuk menjadi pendana ALAMI dan nikmati kemudahan proses pembiayaan syariah yang lebih efisien, akurat dan transparan.