Selama bulan Ramadan 2020, ALAMI mengadakan sesi diskusi online #RamadanTetapTangguh yang bertujuan memberikan berbagai wawasan yang diperlukan dalam menghadapi realita baru yang hadir di tengah pandemi COVID-19. Dalam episode keempat #RamadanTetapTangguh, ALAMI bekerjasama dengan @Jamanow_ID mengadakan sesi IG Live bersama yang membahas tips berhemat supaya keuangan kita tetap tangguh di tengah pandemi COVID-19. Di sesi ini, Jamanow_ID mengundang CEO ALAMI Dima Djani untuk memberikan berbagai tips berhemat yang jitu.

Dima Djani memberikan tips berhemat

Moderasi Keuangan

Prinsip nomor satu adalah mengalokasikan keuangan untuk kebutuhan yang penting dan untuk ditabung (jika masih ada). Kemudian, kita juga harus ingat prinsip moderasi keuangan, untuk tidak kikir dan juga tidak boros. Prinsip ini sesuai dengan ayat Quran tentang hamba-hamba Allah Maha Pemurah, yang berbunyi:

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.

QS Al-Furqan(25): 67

Prinsip Mengatur Keuangan dengan Pasangan

Jika harus mengatur keuangan bersama dengan pasangan, prinsip yang harus diingat adalah jangan sampai kita menyembunyikan pengeluaran atau bohong. Kita harus transparan dan saling berbagi tugas, mana yang lebih mampu dan sesuai untuk menangani hal yang mana. Sebaiknya, gaya dan cara pengaturan keuangan ini seharusnya sudah dibicarakan sejak sebelum menikah, agar menghindari pertengkaran yang menimbulkan perpecahan. Namun, jika sudah menikah, kita harus mengedepankan transparansi dalam mengatur keuangan.

Hindari Hal Ini Ketika Berhemat!

Ketika sedang berhemat, hindari sikap tidak konsisten dan tidak disiplin. Jangan sampai kita tergoda lagi dan tidak bisa melewati dengan baik krisis yang kita hadapi. Selain itu, jika kita sudah menikah, penting untuk saat ini menjaga keharmonisan. Jangan sampai kita bertengkar dengan pasangan hanya karena pengaturan keuangan.

Ketika Tabungan Semakin Menipis

Kita harus putar otak untuk mendapatkan sumber penghasilan baru jika tabungan kita mulai menipis. Bisa dengan memberikan konsultasi atau memulai bisnis sampingan. Atau, kita bisa belajar online dengan mengambil skill baru yang tengah dibutuhkan di masyarakat saat ini. Selain itu, kita bisa menempuh cara-cara yang disarankan oleh agama, misalnya silaturahmi untuk membuka pikiran. Siapa tahu, dengan banyak ngobrol, kita juga bisa membuka pintu rezeki lainnya.

Bertahan di Tengah Keadaan Sulit

Untuk bertahan, kita harus bersabar dan jangan panik. Kepanikan akan mengantarkan kita untuk mengambil keputusan yang tidak dipikirkan akibatnya, sehingga kita mungkin akan menyesal. Kita harus tetap semangat, optimis, belajar hal baru, belajar beradaptasi lagi, untuk bisa menyesuaikan dengan kebutuhan baru di masyarakat. Di balik krisis ada banyak kesempatan yang besar. Untuk bisa memanfaatkannya, tetap banyak berdoa agar Allah berkehendak melancarkan rezeki kita.

Tetap Ingat Tujuan

Agar kita bisa sukses dan disiplin dalam menabung, kita harus ingat tujuan apa yang ingin kita capai dengan tabungan tersebut. Buat tujuan yang bisa membuat kita semangat menabung. Selain itu, kita juga perlu membuat tujuan menabung jangka pendek, menengah, dan panjang.

Jangan khawatir dengan predikat “pelit”. Namun, untuk menghindari perasaan negatif dari orang sekitar, kita bisa melakukan komunikasi yang baik bahwa saat ini kita sedang menabung dan perlu memprioritaskan hal-hal tertentu di atas hal lainnya.

Asas Gotong Royong Indonesia

Salah satu tips berhemat lainnya adalah dengan kembali lagi ke nilai-nilai kreativitas dan kolaborasi. Ekosistem bisnis kini tidak bisa lagi sendiri. Kini, dengan memperbanyak kerjasama, kita bisa bersama-sama melebarkan jangkauan, dan saling melihat kebutuhan satu sama lain untuk hubungan simbiosis mutualisme.

Prioritaskan Hal Ini Untuk Atur Keuangan

Sebagai tips berhemat lainnya, prioritaskan untuk memastikan bahwa pendapatan kita tetap aman atau tidak. Setelah itu, periksa daftar pengeluaran kita untuk memotong apa yang masih bisa dikurangi. Kita juga harus memeriksa daftar keinginan kita dan mengurangi pengeluaran dalam hal keinginan. Setelah itu, prioritaskan menambah ilmu agar bisa terus beradaptasi menghadapi keadaan baru.

Jadikan masa karantina ini sebagai waktu persiapan untuk apa yang perlu kita lakukan setelah pandemi selesai. Waktu ini adalah waktu yang pas untuk melatih cara kita menyelesaikan masalah dengan seprofesional mungkin dan dalam koridor yang disarankan oleh agama Islam. Seimbangkan proporsi belanja kita agar jangan boros tapi juga tidak terlalu pelit. Selain itu, kita juga harus tetap ingat untuk menunaikan anjuran agama tentang harta kita, yaitu zakat dan sedekah, karena di setiap pemasukan kita, ada hak-hak orang lain yang dititipkan Allah kepada diri kita.

Untuk pembaca yang ingin membantu ketangguhan UKM Indonesia di tengah pandemi dengan imbal hasil yang menarik dan aman, ALAMI menyediakan platform peer-to-peer financing syariah di Indonesia yang mempertemukan UKM dengan pemberi pembiayaan. Teknologi kami menganalisa ratusan data untuk menghasilkan pembiayaan yang memiliki kualitas dan kredibilitas yang baik. Daftar sekarang untuk menjadi pendana ALAMI dan nikmati kemudahan proses pembiayaan syariah yang lebih efisien, akurat dan transparan.

Advertisements