Al-Qur’an adalah kalam Allah, panduan yang mampu mentransformasi kehidupan manusia. Salah satu ‘fitur’ yang bisa kita amati di dalam Al-Qur’an, adalah seringnya penyeruan kepada manusia untuk menggunakan akal pikirannya. Berkali-kali disebutkan kata-kata seperti Afala Tatafakkarun (interpretasi: Apakah kamu tidak memikirkan), Afala Ta’qilun (interpretasi: Apakah kamu tidak menggunakan akalmu), dan Wa fi Anfusikum, afala tubshirun (interpretasi: dan di dalam dirimu, apakah kamu tidak melihat?). Salah satu hikmah yang bisa kita tarik dari hal ini adalah transformasi diri ternyata bermula dari pola pikir yang tergugah.

Apakah kamu merasa masih banyak transformasi yang harus kamu lakukan tentang keuanganmu? Kamu bingung bagaimana cara mendapatkan jumlah pendapatan impian dan selalu stuck dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan uang? Mungkin salah satu hal yang bisa kamu periksa adalah pola pikir tentang uang seperti apa yang kamu miliki di dalam diri kamu. Adakah hal-hal yang ternyata negatif yang luput dari perhatian kamu? Adakah kepercayaan dan keyakinan tentang uang yang harus kamu ubah?

Uang hanyalah salah satu alat peradaban. Untuk mewujudkan sebuah peradaban yang kuat, kita perlu keberadaan semua Muslim yang paham bahwa kita harus bisa menghubungkan uang dengan tujuan-tujuan yang baik dan mulia, dan membebaskan diri dari pola pikir tentang uang yang negatif. Yuk, mulai dari diri kita sendiri masing-masing!

Uang Membuat Orang Jadi Sombong & Serakah  

ini 5 pola pikir tentang uang yang negatif
Pic source: @wanaktek via Twenty20

Maybe once upon a time, you heard a story about Qarun. Orang pintar di zaman Firaun yang taat beragama dan akhirnya diberikan karunia harta yang melimpah. Sampai suatu ketika, Allah memviralkan kisahnya di Al-Qur’an karena quote-nya yang keterlaluan: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku” (Quran Surah Al-Qashash (28): 78).

Mungkin ketika kamu grow up, terlalu banyak kisah pejabat dan pengusaha yang korupsi dan membawa kabur kekayaan negara yang kamu baca beritanya. Atau mungkin setiap orang kaya yang kamu temui selalu belagu dan arogan.

Hal tersebut membuat kamu punya pola pikir tentang uang yang negatif, karena kamu menghubungkan uang dengan kesombongan serta keserakahan. Hal tersebut membuat kamu, di alam bawah sadar, jadi menolak kaya karena kamu takut jadi sombong, serakah, dan lupa diri. Padahal sebagai Muslim, kita harus rendah hati dan fokus kepada akhirat kan? Dunia nggak usah terlalu ngoyo. So, you never bother asking for and working for more money than you could possibly imagine.

Padahal, uang itu netral. Sejatinya, ia hanyalah alat tukar. Esensinya, sebagai alat, ia adalah obyek, ia digunakan sesuai dengan subyek yang menggunakannya. Allah SWT sendiri mengazab Qarun bukan karena kekayaannya, tetapi karena Qarun berpendapat bahwa ilmu-nyalah yang mendatangkan kekayaan tersebut. Selain itu, gara-gara arogannya itu juga Qarun jadi sering menzalimi kaumnya, dan hal inilah yang sangat dibenci Allah. Money itself won’t harm you. The arrogance will harm you. Itu yang harus dipisahkan di alam pikiran kamu.

Baca Juga  Buat Transaksi Pendanaan P2P Lebih Aman & Nyaman dengan Rekening Dana Funder (RDF)

If you are a good person, and you have a lot of money, that money will be put to good. Bayangkan seberapa banyak kebaikan yang bisa kamu lakukan dengan uang jika kamu memang punya niat, tujuan, dan mimpi yang baik. Ini pola pikir tentang uang yang harusnya kamu miliki.

Nabi Sulaiman a.s. bahkan pernah meminta kepada Allah SWT permintaan berikut:

“Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorangpun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi” (QS Shad: 35).

It’s okay to ask for material gifts in the world to Allah, money included. Tapi, ikuti juga jalan yang ditempuh oleh Nabi Sulaiman a.s. Ketika beliau sudah diberikan kekuasaan dan kekayaan yang berlimpah, beliau berdakwah kepada penguasa negeri lain (Ratu Sheba) untuk ikut menyembah Allah SWT juga dan berhenti berbuat syirik. Selain itu, beliau juga memohon untuk terus diberikan kemampuan untuk bisa mensyukuri semua kenikmatan yang telah dilimpahkan Allah SWT kepadanya dan kepada kedua orangtuanya. By all means, ask and work for all the money you want to have. But remember to have a good vision for it. Know your WHY, why do you want to have a lot of money? Remember that intention.

Last but not least, kamu bisa minta uang sebanyak-banyaknya, yang penting kamu selalu ingat dari mana uang itu berasal – it’s obviously bukan dari kecerdasan kamu, ya. Remember Qarun’s story and always be grateful to Allah!  

Mempunyai Banyak Uang Adalah Takdir Sebagian Orang Saja

ini 5 pola pikir tentang uang yang negatif
Pic source: @FotoArtist via Twenty20

Mungkin kamu berpikir, di keluarga kamu semuanya segitu-gitu aja kekayaannya. Nggak ada yang berbakat kaya di lingkungan kamu. Mungkin banyak uang adalah takdir orang-orang tertentu saja.

Well, bicara takdir, memang jadi kekuasaan Allah SWT semata. Tapi kalau memang asumsi kamu itu benar, kenapa kamu nggak lanjutin berpikir bahwa kalau memang hanya sebagian saja, kamu juga bisa jadi salah satu dari “sebagian” yang punya takdir banyak uang itu? Apakah kamu merasa nggak pantas karena merasa nggak ada yang spesial dari kamu?

Untuk mempunyai banyak uang, kamu nggak harus pintar-pintar banget. Haven’t we learned anything from Qarun? 😀  Walaupun yaa, it helps if you’re smart! Tapi, itu bukan syarat untuk punya kehidupan finansial yang kamu inginkan. Kamu cuma perlu tahu seni mengumpulkan uang, menyimpannya dengan baik, dan mengelolanya dengan maksimal, dan menjalankannya dengan baik. Ilmu ini sendiri sudah semakin menyebar dan bisa kamu dapatkan dengan gampang.

Baca Juga  Panduan Menjadi Funder ALAMI

Sekali lagi, uang itu netral dan nggak pilih kasih. Dia akan menghampiri siapapun yang memang yakin bahwa ia memang pantas mendapatkannya, dan rela bekerja dan berusaha untuk mendapatkannya. It only takes an inner motivation, and a decision, to be part of those people who are “destined” to be financially strong.

Mengumpulkan Uang Itu Sulit

pola pikir tentang uang yang negatif
Pic source: @doondevil via Twenty20

Apa yang kamu pikirkan dan ucapkan itu powerful banget. Mungkin kita nggak sadar selama ini sudah membawa terlalu banyak energi yang negatif ketika berhubungan dengan uang. Kita selalu takut kehabisan uang.

“Duh, I can’t afford it”,

“Duh, susah banget ya cari uang…”,

“I have to work really hard to get this amount of money…”

 atau

 “Duh…it’s so hard to hang on to money…”

Yes, sometimes you do have to work really hard for money. Tapi, di sisi lain, Mina punya kawan yang selalu mengucapkan hal-hal seperti “money is everywhere”. Somehow, dia yakin banget kalau uang itu ada di mana-mana dan nyari uang itu gampang banget. Nggak heran, kadang dia dapat uang tambahan dari bermacam-macam jalan, mulai dari pekerjaan sampingan sampai dari menyatukan dua pihak yang saling membutuhkan dalam satu proyek pekerjaan. Pokoknya jalannya gampang banget untuk ngedapetin uang.

Yuk, jadi seperti temen Mina ini. Atau coba cari temen yang kayak beliau, supaya kamu lama kelamaan jadi ikut-ikutan yakin bahwa nyari uang itu mudah. It’s everywhere, and it’s available to you, as long as you are available to money too.

Mengatur Uang Itu Sulit

ini 5 pola pikir tentang uang yang negatif
Pic source: @ijeab via Twenty20

Apakah kamu salah satu anak yang sering terpapar kondisi ketika ibu dan bapak kamu lagi di meja makan dan riweuh mikirin uang? Hectic nyatat pengeluaran apa saja yang harus dianggarkan? Kuatir bahwa uangnya akan nggak cukup dan banyak banget pengeluaran sementara pendapatan sama saja? Ya, hal tersebut bisa mempengaruhi pola pikir tentang uang yang kamu miliki, bahwa mengatur uang itu hal yang sulit dan stressful.

Atau kamu salah satu yang ternyata kuatir kalau kamu kaya, kamu nggak bakal tahu gimana cara ngelolanya? Takut nggak ngerti bayar pajaknya, gimana cara investasinya, atau kamu bakal diribetin dan dipusingin sama pertanggungjawabannya di akhirat nanti? Mungkin dulu waktu sekolah nilai Matematika kamu selalu paling rendah diantara pelajaran yang lain, jadi kamu merasa “nggak cukup ngerti tentang duit, nanti malah gampang dibohongin dan ditipu kalau banyak uang tapi nggak pinter”? Jadinya kamu kayak nggak berani punya cita-cita jadi orang kaya?

Baca Juga  Ustadz Adiwarman Karim Tentang Strategi Bisnis di Tengah Pandemi COVID-19

Duh, pola pikir tentang uang yang seperti ini harus kamu ubah ya! Tentunya, kalau kita punya banyak uang, yes, memang ngurusnya jadi lebih ribet dan mungkin sedikit lebih sulit. Tapi bukan berarti mustahil untuk dilakukan. Jangan malas untuk nambah ilmu yang bisa nambahin kebaikan untuk hidup kamu. Lagian kalau kamu banyak uang, kamu bisa bayar konsultan pajak, money manager, investment manager, asisten pribadi, akuntan pribadi, dan sebagainya. Kalau kamu takut dibohongin, ya pelajari sedikit-sedikit ilmunya, kan pasti kamu juga punya uang buat beli buku-buku dan belajar sama jagoannya, supaya kamu nggak terlalu lugu-lugu banget dan aware kalau ada yang aneh.

Kayaknya Salah Mikirin Uang Terus

Awas, Ini 5 Pola Pikir Tentang Uang yang Negatif dan Harus Kamu Ubah 1
Pic source: @wanaktek via Twenty20

There’s nothing wrong with thinking about money! Yang salah itu kalau kamu mikirin bagaimana caranya nyuri uang, bagaimana caranya korupsi uang, bagaimana caranya nipu orang dan ngedapatin uang mereka. Nggak ada yang salah dengan menginginkan punya banyak uang dan ngumpulin kekayaan, kecuali kamu sampai mengorbankan hak-hak orang lain dan menzalimi orang lain dalam mengumpulkan kekayaan tersebut. Seperti yang kita bahas di point pertama, punya tujuan yang baik dan mulia akan menjadi magnet uang yang paling bagus. Coba pikirin deh, hal-hal baik apa saja yang sudah kejadian di dunia ini karena adanya uang, dan bagaimana kamu bisa berkontribusi kepada daftar hal baik itu!

Yuk, mulai sekarang, pikirin benar-benar deh, kira-kira berapa banyak uang yang akan kamu minta ke Allah di shalat-shalat kamu? Apa yang akan kamu lakuin dengan uang tersebut? Berapa nominal yang kamu butuhin untuk mimpi-mimpi kamu? Sebutkan niat kamu, ceritain visi kamu, ke Allah. Jangan pikirkan bagaimana caranya, serahkan hal itu sama Allah. Serta, ubah semua pola pikir tentang uang yang negatif di dalam diri kamu. Di blog ini baru dibahas 5 pola pikir tentang uang yang negatif. Kira-kira ada yang sesuai dengan keadaan kamu? Atau malah jadi kepikiran pola pikir tentang uang yang negatif lainnya yang ada di kamu tapi belum dibahas disini?

Platform peer-to-peer financing syariah ALAMI mempertemukan UKM dengan pemberi pembiayaan. Teknologi kami menganalisa ratusan data untuk menghasilkan pembiayaan yang memiliki kualitas dan kredibilitas yang baik. Daftar sekarang untuk menjadi pendana ALAMI dan nikmati kemudahan proses pembiayaan syariah yang lebih efisien, akurat dan transparan.