Dengan perkembangan teknologi kini mengembangkan dan menginvestasikan keuangan lebih mudah. Salah satu perkembangan dari teknologi keuangan adalah hadirnya platform peer-to-peer atau P2P Lending. Jenis investasi ini memang masih tergolong baru jika dibandingkan dengan jenis investasi lainnya seperti saham, reksadana dan lain-lain. Meski tergolong baru P2P Lending aman digunakan dan bahkan ada yang sudah berbasis syariah seperti ALAMI.

Adapun P2P Lending aman bagi investasi karena dalam tujuannya untuk membiayai atau para pelaku UMKM untuk pengembangan bisnisnya, dan sudah banyak ketentuan yang mengatur dan mengawasi operasionalnya. Tentu saja, dengan beragamnya jenis fintech platform yang ditawarkan, menjadikan platform tersebut menjadi menarik untuk menjadi salah satu instrumen investasi.

Jika kamu tertarik untuk memulai mengembangkan keuangan di platform ini aman, simak tips-tips berikut ini:

Tips Mengembangakan Keuangan di P2P Lending Aman

1. Pilih P2P Lending yang sudah Terdaftar dan Berizin OJK

Setia bulan, OJK bakal merilis daftar penyelenggara fintech yang berizin dan terdaftar. Di dalam daftar tersebut, kamu bisa mencari aplikasi apa saja yang sekiranya aman untuk menjadi platform investasi pilihanmu. Jangan sampai salah pilih mengunduh aplikasi di Playstore atau App Store.

2. Pilih P2P Lending yang Punya Rekam Jejak Baik

Rekam jejak sebuah platform sangat penting. Hal ini menjadi tolok ukur yang memberikan kepercayaan tersendiri terhadap para investor. Salah satu contoh rekam jejak yang baik bisa dilihat dari Tingkat Keberhasilan Bayar 90 hari (TKB 90) mencapai 100 persen.

3. Pilih P2P Lending yang sesuai dengan Kebutuhan

Apa yang menjadi kebutuhan diri bisa juga dijadikan pedoman untuk menentukan besar investasi yang akan digelontorkan setiap bulannya. Bukan hanya itu, dengan mengetahui kebutuhan tersebut, kamu juga paham akan tujuan dari investasi itu. Pilih platform yang sesuai dengan tujuan kamu tersebut mempunyai tenor yang sesuai dengan rencana.

Baca Juga  Bolehkah I’tikaf di Rumah di Saat Pandemi?

4. Riset dan Pilih Konsep P2P Lending

Dengan riset kamu bisa menentukan preferensi platform mana yang paling pas. Karena, dengan banyaknya melakukan riset, maka Anda bisa menentukan preferensi platform yang paling pas. Tak hanya mengidentifikasi platform mana yang pas dengan membandingkan antara satu aplikasi P2P lending dengan yang lainnya, namun juga antar instrumen. Biasanya ada dua alasan kenapa seseorang memutuskan untuk mengembangkan keuangannya di platform P2P lending, pertama imbal hasil lebih yang, kedua karena konsep yang ditawarkan.

5. Pahami Adanya Diversifikasi

Diversifikasi menjadi salah satu keunggulan P2P Lending. Karena para funder bisa mengembangkan dananya untuk beberapa campaign pendanaan.  Dengan cara seperti itu, akan memberikan risiko yang minim. 

6. Pertimbangkan Imbal Hasil yang Ditawarkan

Pendanaan yang kamu masukkan akan mendapatkan imbal hasil ketika dana tersebut kembali dikembangkan. Sehingga pendanaan akan terus berputar. Perhatikan juga apakah apakah ada biaya administrasi yang harus dibebankan. Semakin rendah atau bahkan tidak ada biaya administrasi justru akan lebih baik.

7. Ketahui Risikonya

Manajemen risiko berarti P2P Lending memberikan beberapa jaminan dalam melindungi pendana. Dengan mengetahui risikonya, kamu nggak akan was-was lagi untuk mengembangkan uangmu di P2P Lending. Risiko paling besar berinvestasi di P2P Lending adalah gagal bayar dari para penerima pendanaan. Namun, gagal bayar itu bisa dihindari dengan screening yang ketat dari marketplace P2P Lending.

Pilihlah P2P Lending yang memiliki kemampuan dan teknologi yang bisa menganalisis kriteria calon penerima pembiayaan dengan baik. Sehingga untuk terjadinya gagal bayar dari para penerima pembiayaan sangat kecil. 

Baca Juga  Tata Cara Ketentuan hingga Tujuan Zakat Fitrah Lengkap dengan Bacaan Niatnya

Untuk lebih lengkapnya mengetahui tentang risiko di P2P Lending, kamu bisa membacanya di artikel yang berjudul “Mengenal Jenis Risiko Pembiayaan P2P dan Mitigasinya” dan juga artikel “Ini 7 Cara ALAMI Lakukan Mitigasi Risiko Pembiayaan”.

Kembangkan Keuanganmu di P2P Lending Syariah ALAMI

ALAMI adalah platform P2P Lending Syariah yang sudah terdaftar dan berizin OJK. ALAMI sebagai P2P Lending Syariah diatur oleh fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dengan nomor 67/DSN-MUI/III/2008 tentang Anjak Piutang Syariah dan Nomor 117/DSN-MUI/II/2018 tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah.

ALAMI menawarkan jenis pembiayaan anjak piutang atau invoice financing. Invoice Financing di ALAMI berbasiskan syariah di mana setiap transaksi menggunakan akad wakalah bil ujrah. Artinya funder sebagai pemberi dana disebut muwakil dan ALAMI menjadi wakil pemberi atau penyalur pendanaan kepada penerima manfaat pendanaan. Nantinya funder akan menerima imbal hasil atau ujrah dari pendanaan yang dilakukan.  

Produk P2P Lending di ALAMI adalah invoice financing syariah ini, yang pelaksanaannya sesuai dengan prinsip syariat Islam,  yakni tidak melibatkan unsur riba, gharar, dan maysir. Return yang kamu terima disebut dengan ujrah atau imbal hasil dari UMKM yang kamu danai melalui invoice financing. 

Untuk tingkat risiko yang ada di ALAMi saat ini masih tergolong rendah. Sebab, ALAMI masih menyandang predikat baik dengan TKB90-nya masih mencapai 100 persen. Artinya risiko gagal bayar dari penerima manfaat pendanaan masih sangat minim dan bahkan tidak ada. Jadi kamu sebagai funder yang tak perlu was-was jika keuanganmu tak akan kembali dengan baik. 

Baca Juga  5 Cara Mudah Memulai Investasi Syariah

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, ALAMI adalah P2P lending berbasis syariah yang menawarkan konsep pembiayaan anjak piutang atau invoice financing. Konsep ini adalah pembiayaan UMKM melalui tagihan yang dimiliki, yang kemudian diserahkan ke platform P2P Lending untuk diberikan pembiayaan dengan tenor waktu tertentu. Dana pembiayaan ini berasal dari pendanaan para funder yang nantinya akan mendapat imbal hasil atau ujrah. 

Dana yang didapatkan UMKM dapat digunakan untuk melancarkan operasional bisnis seperti pembayaran gaji, sewa tempat, dan pembayaran listrik. Dana tersebut juga dapat digunakan sebagai tambahan modal untuk mengambil proyek tambahan, yang sebelumnya belum dapat dilakukan. Intinya, invoice financing membantu para pebisnis untuk mendapatkan fleksibilitas lebih dalam mengelola arus kasnya.

Di ALAMI sendiri banyak sekali campaign pendanaan yang diberikan. Hal ini memberikan banyak pilihan bagi para funder untuk campaign mana saja yang akan didanai. Di setiap campaign pembiayaan, ALAMI selalu menyertakan profil penerima manfaat pembiayaan. Sehingga kamu bisa mudah mengenali siapa saja calon penerima manfaat pembiayaan. 

ALAMI menawarkan proses pendanaan 100% Syariah dan imbal hasil kompetitif dengan masa tenor 90 hari. Kamu juga tidak perlu khawatir dengan kualitas pembiayaan di ALAMI, karena teknologi di ALAMI telah menganalisa ratusan data untuk menghasilkan pembiayaan yang memiliki kualitas dan kredibilitas yang baik. 

Yuk mulai menjadi pendana di ALAMI dan nikmati kemudahan proses pembiayaan syariah yang lebih efisien, akurat dan transparan. Yuk mulai danai sekarang dengan klik di sini!

Untuk memulai pendanaan di ALAMI dengan mudah kamu bisa melakukannya di ALAMI Mobile App yang bisa kamu download aplikasinya melalui Playstore dan App Store. Ayo download sekarang juga aplikasinya!