Perjalanan Dr. Rashid Raashed untuk mendirikan Islamic Bank Australia (IBA) dimulai 8 tahun yang lalu. Pakar hukum dari Macquarie University ini mengupayakan produk dan layanan keuangan yang sesuai syariah dan juga hukum Australia. “Saya ingin memberikan alternatif untuk nasabah yang ingin menjaga dan menjalankan keyakinan mereka,” ujarnya di dalam sebuah wawancara dengan ABC, Sabtu 15 Agustus 2020.

Kini, Otoritas Peraturan Prudensial Australia (APRA) sedang mempertimbangkan untuk memberi izin terbatas kepada IBA untuk melayani basis nasabah kecil. IBA menargetkan untuk menyediakan layanan digital, termasuk transaksi, deposito, dan pembiayaan cicilan rumah sebelum memasuki sektor kredit usaha kecil.

Targetnya, Dr. Rashid Raashed ingin mendapatkan izin penuh sebagai lembaga perbankan pada tahun 2021.

Islamic Bank Australia
Tampak depan website Islamic Bank Australia

Islamic Bank Australia Siap Menjawab Kebutuhan Muslim Australia

Masyarakat Muslim merupakan minoritas di Australia. Namun, pertumbuhannya cukup signifikan, dengan adanya kedatangan imigran Muslim dari Turki, Afghanistan, Pakistan, Malaysia, Indonesia, dan berbagai negara Timur Tengah. Berdasarkan sensus tahun 2006, 1.71% yaitu sebanyak 340.392 orang penduduk Australia beragama Islam, dan kemudian naik menjadi 2.2% pada sensus tahun 2011 atau sekitar 476.291 orang.

Dr. Rashid Raashed mengatakan bahwa Islamic Bank Australia akan memberikan pilihan layanan keuangan yang lebih peka terhadap nilai-bilai agama dan budaya. Namun, nasabah non-Muslim pun diharapkan juga bisa mencari alternatif dan mempertimbangkan layanan dari bank syariah.

Baca Juga  Serial Sang Pemikir Ekonomi Syariah Dunia – Bagian 2: Imam al-Ghazali
Islamic Bank Australia
Dr. Rashid Raashed

Calon nasabah yang akan bisa langsung tergarap oleh IBA Group mencapai hampir 1.000 orang.

Beroperasinya IBA sebagai bank syariah, kata Dr Raashed, akan membuat lega 600.000 lebih warga Muslim di Australia. “Hal ini akan menampilkan keberagaman dan model lain bagi nasabah yang tertarik dengan perbankan etis,” katanya.

Inisiator bank syariah ini terdiri dari para pemuka Muslim serta para banker senior di Australia. Pendiri sekaligus Dirut ME Bank, Anthony Wamsteker, menjabat sebagai Ketua IBA Group. Sementara itu, salah satu posisi direktur dijabat oleh Sultan Choudhury, penerima bintang jasa Officer of the British Empire dalam sektor keuangan Islam. Direktur Utama IBA adalah Dean Gillespie, mantan bankir di Commonwealth Bank dan bank lain di negara lainnya.

Menurut Dean Gillespie, kesempatan untuk membangun model baru perbankan di Australia mendorong dirinya untuk terlibat.

“Kesempatan membangun sesuatu dari nol yang akan sangat membantu suatu segmen masyarakat sangat menarik bagi saya,” ujarnya.

“Ada peluang sebagai layanan baru dalam ekosistem perbankan Australia. Nasabah begitu lama hanya dilayani oleh bank-bank besar,” ujar Dean Gillespie. Bank-bank besar yang disebut oleh Dean Gillespie itu adalah sekelompok bank yang disebut sebagai “empat besar” yaitu Commonwealth Bank, National Australia Bank, ANZ dan Westpac. Ia juga menyatakan bahwa minat selera masyarakat Australia sudah begitu besar terhadap perbankan syariah.

Baca Juga  Serba-serbi Puasa Syawal

Dean Gillespie juga menyatakan pendapatnya tentang perdebatan tentang keuangan syariah yang muncul 10 tahun lalu di ranah politik Australia. Ia berharap bahwa mayoritas penduduk Australia kini tidak akan memperdebatkan hal ini lagi. “Kami berupaya menjadi perbankan etis yang memberikan manfaat. Sebagian orang mungkin menentangnya tapi saya tidak akan membahas hal itu,” katanya.

Menunggu Kualitas dari Islamic Bank Australia

Menurut Muzzammil Dhedhy dari Hejaz Financial Services, pembentukan bank syariah akan menjadi pencapaian yang signifikan. “Muslim Australia memiliki pilihan terbatas dalam layanan keuangan syariah yang juga memberikan hasil yang tepat,” komentarnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa nasabah muslim bukan hanya mencari produk keuangan syariah semata, tapi juga menunggu yang berkualitas.

“Nasabah Muslim sudah dapat mengakses rekening tabungan tanpa bunga di bank konvensional, jadi tergantung apakah bank syariah bisa memberikan bagi hasil yang diinginkan selama ini,” ujarnya.

Alhamdulillah, semakin banyak negara Barat yang mayoritas penduduknya adalah non-Muslim, namun ingin mendirikan institusi keuangan Islam. Setelah Inggris menjadi sebuah Islamic financial hub di Eropa,Denmark yang mempunyai The Islamic Bank International of Denmark yang menjadi bank syariah yang pertama kali didirikan di Eropa di tahun 1983, dan juga Swiss, Italia dan Kanada, kini Australia menyusul menjadi negara Barat lainnya yang akan memiliki kehadiran bank syariah.

InsyaaAllah, yuk kita doakan bareng-bareng supaya Islamic Bank Australia bisa memberikan alternatif perbankan etis di Australia.

Baca Juga  Serial Love & Money: Simak 6 Jurus Pengaturan Keuangan Rumah Tangga dari Pasangan Muda & Baru Menikah

Sumber:

Gontor News

ABC.net.au

OJK

Republika

Sumber foto:

Gilberto Olimpio, on Unsplash

Saatnya merasakan pengalaman raih pendapatan pasif lewat pendanaan syariah yang berizin dan diawasi oleh OJK, dengan TKB90 100%! Install dan daftar sekarang menjadi Pendana ALAMI.