Di pertengahan hingga akhir bulan Ramadan, atau menjelang Idul Fitri setiap muslim diwajibkan untuk membayar zakat fitrah. Zakat sendiri merupakan rukun Islam yang ke-4, sehingga menunaikannya adalah suatu kewajiban. Secara bahasa zakat berarti menyucikan diri. Sementara secara istilah syariah, zakat berarti memberikan sebagian harta yang dimiliki kepada pihak-pihak yang tertentu yang diatur sesuai dengan ajaran agama.

Sayangnya, masyarakat masih sangat awam dengan zakat. Masyarakat hanya tahu zakat fitrah saja yang dikeluarkan setiap menjelang Idul Fitri saja. Padahal ada jenis-jenis zakat lainnya yang tak kalah penting dan sama wajibnya lho!

Apa saja jenis-jenis zakat yang wajib yang ditunaikan oleh seorang muslim? Ada dua jenis-jenis zakat yang wajib ditunaikan oleh seorang muslim. Pertama ada jenis-jenis zakat fitrah, kedua ada jenis-jenis zakat mal. Berikut ini penjelasan mengenai jenis-jenis zakat keduanya, beserta dengan tata cara penghitungannya yang sudah diatur sesuai syariat Islam. 

Jenis-jenis Zakat

  1. Zakat Fitrah

Seperti yang telah disinggung di atas, zakat fitrah adalah jenis-jenis zakat yang paling dikenal di kalangan masyarakat. Zakat yang dikeluarkan pada saat menjelang perayaan Idul Fitri. Selain untuk membahagiakan fakir dan miskin pada hari Raya Idul Fitri, zakat fitrah juga dimaksudkan untuk membersihkan dosa-dosa kecil. 

Dikutip dari berbagai sumber, para ulama bersepakat bahwa zakat fitrah hukumnya adalah wajib bagi setiap individu, bahkan seorang bayi yang baru saja dilahirkan sebelum Idul Fitri wajib dibayarkan zakat fitrahnya oleh orang tuanya. 

Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar RA yang berkata, Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah pada bulan Ramadan sebanyak satu sha kurma atau gandum atas setiap muslim merdeka atau hamba sahaya laki-laki atau perempuan. 

Satu sha jika dikonversikan dengan timbangan makanan pokok di Indonesia sama dengan 2,5 kg atau 3,5 liter beras per jiwa. Kualitas beras atau makanan pokok yang dibayarkan untuk zakat, harus sesuai dengan kualitas beras atau makanan pokok yang dikonsumsi kita sehari-hari. Namun, beras atau makanan pokok tersebut dapat diganti dalam bentuk uang senilai 2,5 kg atau 3,5 liter beras.

Baca Juga  5 Cara Cepat Mengkhatamkan Al-Qur’an di Bulan Ramadan

Perlu diketahui juga, pemberian dan pelaksanaan zakat fitrah ini harus dilakukan sebelum perayaan Idul Fitri, atau tepatnya sebelum shalat Id. Sebab, jika dilakukan setelah shalat Id maka hal itu dianggap sebagai sedekah saja. Seperti disebutkan di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud, Rasulullah SAW mengatakan, barangsiapa yang menunaikan zakat fitrah sebelum shalat Id maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat Id maka itu hanya dianggap sebagai sedekah.

  1. Zakat Mal

Zakat mal merupakan jenis-jenis zakat yang dikenakan atas harta berupa uang, emas, surat berharga, dan aset yang disewakan. Zakat mal harus dibayarkan jika seseorang sudah mencapai nishabnya,, terbebas dari utang (milik penuh), sumber hartanya halal, dan kepemilikan telah mencapai 1 tahun (haul).

Berdasarkan Q.S. Al-Baqarah ayat 267 harta yang wajib dizakatkan harus berasal dari harta yang halal, bukan berasal dari harta yang buruk. Nisab zakat mal yang disepakati adalah sebesar 85 gram emas dan nilai zakat yang dikeluarkan adalah senilai 2,5 persen. Cara menghitung menghitungnya, 2,5 persen x Jumlah harta kepemilikan yang telah mencapai haul (1 tahun).

Contohnya:

Si A selama 1 tahun penuh memiliki harta yang tersimpan senilai Rp 100 juta. Jika harga emas saat ini Rp 1 juta per gram, maka nisab zakat senilai Rp 85 juta. Sehingga nilai harta yang dimiliki si A selama setahun sudah mencapai nisab, dan wajib menunaikan zakat. 

Jumlah zakat yang harus dikeluarkan adalah 2,5 persen dikalikan Rp 100 juta sama dengan Rp 2,5 juta. 

Zakat mal ini pun terbagi lagi ke dalam beberapa jenis-jenis zakat mal. Jenis zakat maal merupakan zakat yang mencakup hasil perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, emas dan perak. Untuk lebih jelasnya, berikut aturan jenis zakat mal beserta nisabnya:

  • Harta Perniagaan

Zakat ini meliputi harta yang digunakan untuk keperluan jual beli, baik berupa barang seperti alat-alat, makanan, pakaian, dsb. Nisab hasil perniagaan dihitung sesuai dengan zakat emas yaitu apabila setara dengan 85 gram emas.

  • Hasil Pertanian
Baca Juga  5 Tips Untuk Menabung Dana Darurat

Jenis zakat harta dari hasil pertanian dan perkebunan juga wajib untuk dizakatkan. Nisab dari harta pertanian adalah 5 wasaq atau setara dengan 653 kg. Sementara itu, waktu pembayaran zakat hasil pertanian adalah setiap saat panen tiba.

  • Hasil Ternak

Jika seseorang memiliki hewan ternak yang telah mencapai nisabnya selama satu tahun maka ia wajib membayarkan zakat senilai hewan ternak yang ia miliki sesuai dengan hitungan kadar zakat yang telah ditentukan. 

Untuk ternak kambing atau domba sebagai berikut:

a. Nisab 40 – 120 ekor, haul 1 tahun, kadar zakat 1 ekor umur 1 tahun;

b. Nisab 121- 200 ekor, haul 1 tahun, kadar zakat 2 ekor;

Selanjutnya tiap tambahan 100 ekor, kadar zakatnya tambah 1 ekor umur 1 tahun.

Untuk ternak sapi atau kerbau sebagai berikut: 

a. Nisab 30 ekor, haul 1 tahun, kadar zakat, 1 ekor umur 1 tahun;

b. Nisab 40 ekor, haul 1 tahun, kadar zakat, 1 ekor umur 2 tahun.

Selanjutnya setiap bertambah 30 ekor zakatnya bertambah 1 ekor umur 1 tahun dan setiap bertambah 40 ekor, zakatnya tambah 1 ekor umur 2 tahun. Sedangkan ternak lainnya seperti ayam, bebek, burung, ikan, dan lainnya tidak ditetapkan berdasarkan jumlah (ekor) namun skala usaha.

  • Harta Emas dan Perak

Perintah untuk menzakatkan harta emas dan perak diterangkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ali Bin Abi Thalib RA:

“Bila engkau memiliki dua ratus dirham dan telah berlalu satu tahun (sejak memilikinya), maka padanya engkau dikenai zakat sebesar lima dirham. Dan engkau tidak berkewajiban membayar zakat sedikit pun–maksudnya zakat emas- hingga engkau memiliki dua puluh dinar. Bila engkau telah memiliki dua puluh dinar, dan telah berlalu satu tahun (sejak memilikinya), maka padanya engkau dikenai zakat setengah dinar. Dan setiap kelebihan dari (nisab) itu, maka zakatnya disesuaikan dengan hitungan itu”  (HR. Abu Daud). 

Syarat wajib zakat untuk emas adalah ketika sudah mencapai 85 gram (20 dinar) dan telah dimiliki selama satu tahun atau lebih. Sementara, nisab dari perak adalah 600 gram (200 dirham) dan telah mencapai haul (satu tahun). 

Baca Juga  Awas, Ini 5 Pola Pikir Tentang Uang yang Negatif dan Harus Kamu Ubah

Kini kamu sudah tahu kan ada dua jenis zakat yang wajib ditunaikan oleh seorang muslim. Jadi nggak cuma zakat fitrah saja yang perlu dibayarkan setiap tahunnya, tapi ada juga zakat mal atau zakat harta jika telah mencapai nisabnya selama satu tahun. 

Infak dan Sedekah

Setelah membahas secara panjang dan rinci mengenai dua jenis zakat, ada pula amalan lainnya yang tidak memerlukan aturan nisab. Infak dan sedekah, mungkin istilah ini sangat familiar di telinga kamu dan sering mendengar. Infak sendiri hukumnya adalah fardhu kifayah, artinya wajib dilaksanakan oleh seorang muslim, tapi jika sudah ada dilaksanakan oleh muslim yang lain maka kewajibannya gugur. 

Misalnya, infak untuk keperluan pembangunan masjid. Jika tidak ada yang menyumbang maka kegiatan masjid tidak jalan, dan hal itu menjadi tanggung jawab masyarakat sekitar masjid, semuanya berdosa.

Kemudian ada satu lagi amalan yang tak terlewatkan yakni sedekah. Sedekah hukumnya adalah sunnah, serta tidak ada batasan nisab dan kapan pun bisa dilaksanakan. Contoh sedekah adalah memberi bantuan kepada anak yatim piatu atau memberikan bantuan kepada orang sedang terkena musibah atau bencana. Keutamaan dari sedekah ini adalah salah satu amalan yang tidak akan terputus walaupun sudah meninggal dunia. Seperti dikatakan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim.

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang salih” (HR. Muslim No. 1631)

Sedekah bersama ALAMI

#ALAMIKebaikanBersama

Bagi kamu yang ingin pahalanya tak terputus dan terus mengalir, ALAMI mengajak kamu untuk ikut bersedekah bersama ALAMI. Pada bulan suci Ramadan ini ALAMI menyediakan kesempatan kamu untuk berinfak dan bersedekah. 

Melalui program #ALAMIKebaikanBersama, kamu punya kesempatan untuk turut berkontribusi memberikan 1000 Pax (@Rp25.000) Makanan Berbuka Puasa untuk Anak-anak Yatim Dhuafa Penghafal Quran. 

Caranya gampang banget, kamu tinggal klik bit.ly/ALAMIxKitabisa1, nanti kamu akan diarahkan ke halaman campaign ALAMI di kitabisa.com. Kemudian klik donasi sekarang, lalu masukkan jumlah donasimu. Ayo saatnya berbagi untuk mewujudkan cita-cita mereka menjadi penghafal Al-Qur’an!