Penulis dan pebisnis T. Harv Eker mengungkapkan dalam bukunya “Secrets of Millionaire Mind: Mastering the Inner Game of Wealth”, bahwa kemerdekaan finansial lebih mudah diraih oleh pembacanya dengan mempelajari pola pikir dan kebiasaan yang dimiliki oleh mereka yang sudah berhasil mencapai tingkatan tersebut. Yuk, mari kita intip beberapa hal yang disarankannya!

Periksa Cetak Biru Keuanganmu

Menurut beliau, setiap orang mempunyai “cetak biru keuangan”. Cetak biru keuangan inilah yang akan menentukan apakah mereka bisa mencapai kemerdekaan finansial atau tidak. Untuk meraih kemerdekaan finansial, setiap orang harus mempunyai cetak biru keuangan yang sesuai.

Misalnya, jauh akan lebih kecil kemungkinan untuk seseorang meraih kemerdekaan finansial jika mereka mempunyai kepercayaan bahwa mereka tidak akan mampu meraihnya.

Cetak biru keuangan ini bisa diartikan sebagai dasar atau fundamental psikologis yang dimiliki masing-masing orang yang berkaitan dengan keuangan. Jika kamu mau mampu merdeka secara finansial, kamu harus berani memeriksa cetak biru keuanganmu dan melihat dari mana asal keyakinan itu terbentuk. Jika sudah mampu teridentifikasi, dan ternyata tidak mendukung kamu untuk merdeka finansial, maka cobalah membentuk cetak biru keuangan yang baru.

Ambil Tanggungjawab

T. Harv Eker mengungkapkan bahwa kebanyakan orang yang telah meraih kemerdekaan finansial adalah mereka yang siap mengambil tanggungjawab sebagai penentu hidup dan tingkat keuangan mereka sendiri. Mereka yakin bahwa selain Tuhan, mereka juga harus mengambil tanggungjawab untuk mewujudkan apa yang mereka inginkan.

Baca Juga  Solidaritas Bersama Hadapi Wabah Corona dengan #BuatMerekaTangguh

Dengan rasa tanggungjawab ini, mereka siap untuk melihat kebiasaan buruk mereka yang menghalangi mereka mencapai kemerdekaan finansial. Lalu, mereka siap juga untuk berkomitmen mengubahnya menjadi kebiasaan yang baik, yang bisa mendukung mereka mencapai kemerdekaan finansial.

Siap Bekerja & Antusias Menerima Kesempatan

Selain itu, kebanyakan orang yang sudah memiliki kemerdekaan finansial juga menunjukkan kecenderungan untuk siap bekerja keras dan antusias dalam menerima kesempatan yang hadir dalam kehidupan mereka. Mereka benar-benar mau mengerahkan tenaga untuk mewujudkan kemerdekaan finansialnya.

Misalnya, dengan menetapkan dan merencanakan target pendapatan yang terus meningkat secara signifikan setiap tahunnya serta menentukan cara mendapatkannya. Dalam bisnis, mereka terus fokus untuk meningkatkan profit atau memikirkan cara baru untuk meraih profit. Atau, dengan terus bereksperimen mencoba berbagai hal agar bisa menciptakan inovasi baru dalam industrinya, yang bisa dihargai tinggi.

Ingin Melayani Seluas-luasnya

Mereka yang mempunyai kemerdekaan finansial sebagian besar adalah orang yang bisa melayani sebanyak-banyaknya orang dengan kemampuannya. Misalnya, di bukunya, T. Harv Eker menceritakan tentang Nicole, seorang mantan guru SD. Ia bisa mengajar di ruang kelas. Namun, ia baru bisa mencapai kemerdekaan finansialnya ketika, berpartner dengan seorang software engineer, ia mampu menciptakan video game edukatif berdasarkan metode yang sering digunakannya di ruang kelas. Bersama dengan ahli marketing, Nicole berhasil mengubah software video game pendidikan tersebut menjadi bisnis yang memberikannya kemerdekaan finansial.

Baca Juga  Telaah Strategi New Normal untuk Ekonomi Syariah

Tidak Membatasi

Mereka yang mempunyai kemerdekaan finansial tidak membiarkan pikiran-pikiran yang membatasi mereka. Mereka tidak meredam ambisi mereka dengan pikiran yang melemahkan ataupun dengan kebiasaan cepat puas.

Kemerdekaan finansial bisa kamu dapatkan dengan mengizinkan diri kamu untuk menetapkan target yang lebih besar lagi setiap tahunnya.

Namun, tidak hanya puas dengan pendapatan per tahun, kamu juga sebaiknya menentukan target annual net worth, lengkap dengan hasil dari investasi pasif apa saja yang ingin kamu miliki serta hasil dari pendapatan pasif apa saja yang kamu miliki.

Tetapi, tentu hal ini akan sulit dilakukan jika kamu tetap memelihara berbagai pikiran yang menahan laju ambisi dan target yang lebih tinggi lagi. Kamu harus rajin-rajin melihat pemikiran negatif apa yang kamu miliki, dan bekerja keras untuk melawannya atau memperbaikinya, kalau benar-benar ingin bisa meraih kebebasan finansial. Karena, kalau tidak, tentu kamu hanya akan melakukan sabotase terhadap semua usaha yang kamu lakukan.

Artikel ini adalah bagian kedua dari Serial Kebebasan Finansial dari ALAMI untuk menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2020.

Mari jalani langkah lebih dekat lagi menuju kebebasan finansialmu dengan menjadi pendana di ALAMI dan dapatkan imbal jasa menarik untuk mengembangkan uangmu. Platform peer-to-peer financing syariah ALAMI mempertemukan UKM dengan pendana. Teknologi kami menganalisa ratusan data untuk menghasilkan pembiayaan yang memiliki kualitas dan kredibilitas yang baik. Daftar sekarang untuk menjadi pendana ALAMI dan nikmati kemudahan proses pembiayaan syariah yang lebih efisien, akurat dan transparan.