Resesi sebenarnya merupakan bagian atau siklus dari perjalanan ekonomi suatu bangsa. Keadaan sulit terkadang tidak bisa dihindari, dan yang bisa kita lakukan adalah senantiasa mengantisipasinya. Lebih cepat kita bisa menerima keadaan, maka lebih besar kemungkinan kita bisa bertahan di dalamnya.

Antisipasi Resesi dengan 5 Langkah ala Nabi Yusuf a.s.

ketika resesi datang
Nabi Yusuf a.s. harus merasakan kedalaman sumur ketika di umur belia

Al-Qurán pun sudah memberikan kita panduan untuk menghadapi resesi dalam kehidupan.

Contohnya di Q.S. Yusuf. Nabi Yusuf alaihissalam selama ini mungkin dikenal dengan wajahnya yang super tampan. Namun, beliau mengalami begitu banyak cobaan yang berat di dalam hidupnya. Pernah nggak sih ngebayangin gimana rasanya jadi beliau?

Pertama, semua saudaranya iri sama beliau karena merasa sang ayah paling menyayanginya.

Kedua, sang saudara bukan hanya iri tapi kemudian memutuskan untuk membuang beliau (!!!). Duh… Malahan, sempat mau dibunuh, sampai akhirnya salah satu saudaranya merasa tidak perlu membunuh Nabi Yusuf a.s. dan beliau “hanya” ditinggalkan di sumur. Ya ampun…

Ketiga, terperangkap di sumur. Akhirnya beliau diselamatkan. Namun, ternyata setelah diselamatkan, malah dijual jadi budak dengan harga murah.

Setelah itu, perjalanan pahit belum berakhir. Beliau dituduh mau memperkosa perempuan yang justru tidak tahan dengan ketampanan beliau. Nabi Yusuf a.s. pun langsung dipenjarakan.

Nasib malang beliau belum berakhir. Ketika nitip sama sesama tahanan untuk menyampaikan kasusnya, sang teman lupa menyampaikan kepada raja.

Yah, sampai akhirnya raja pun bermimpi dan hanya Nabi Yusuf a.s. yang punya ilmu takwil mimpi saat itu. Disitulah cerita mulai berbalik. Raja akhirnya mempercayainya dengan posisi sebagai bendaharawan negara untuk mengatur ekonomi negeri Mesir.

Yuk, simak bagaimana Nabi Yusuf a.s. menyikapi berbagai episode sulit dalam hidupnya.

Selalu Menyebut Nikmat Allah

ketika resesi datang
Menyebut-nyebut nikmat Allah adalah bagian dari mengagungkan Allah SWT dalam hidup kita

Not sure how he did it, tapi di Q.S. Yusuf jarang sekali Allah meng-quote beliau sedang mengeluh, walaupun cobaan dan nasib malang terus-menerus menghampirinya. Malahan, di Q.S. Yusuf, yang kita lihat adalah kata-kata pujian kepada Allah. Dari lisan beliau, yang kita dengar hanya karunia Allah kepada dirinya. Beliau senantiasa ingat dengan nikmat dan hadiah Allah SWT kepada beliau. Beliau tidak mau diajak berzina oleh istri Al-Aziz karena mengingat kebaikan Al-Aziz. Beliau terus berdakwah tentang keesaan Allah kepada teman-teman tahanan di penjara. Bahkan, pujian terus mengalir dari lisannya setelah sekian lama Nabi Yusuf a.s. berada di penjara.

Baca Juga  Ini 3 Tahapan Mengenalkan Pengelolaan Uang Kepada Anak

Seberat apapun keadaan yang akan kita hadapi nanti saat resesi, pakai taktik Nabi Yusuf a.s. untuk melewati masa-masa sulit beliau: selalu mengingat-ingat dan menyebut kebaikan Allah SWT. Bersyukur akan hal-hal yang bisa kita syukuri, memberi perhatian kita terhadap hal-hal indah dari hari-hari kita, memberikan kita kekuatan tersendiri yang mungkin kita tidak akan dapatkan lewat jalan yang lain.

Tetap Memegang Teguh Iman

ketika resesi datang
Iman berbanding lurus dengan interaksi kita terhadap Quran

Nabi Yusuf a.s. tetap memegang teguh imannya apapun keadaan yang dia hadapi, mulai dari perempuan cantik yang menggoda, dijadikan budak, sampai dipenjara. Bahkan penjara pun tidak menghalangi dia dari berdakwah tentang Allah. Dia bahkan lebih menyukai penjara, karena merasa imannya akan lebih aman di sana, ketimbang harus berada di tempat yang membuat imannya tergoda karena dikelilingi banyak perempuan.

Mungkin kita bukan nabi. Tapi kita selalu bisa berdakwah, minimal kepada diri kita sendiri. Berdakwah sesimpel menegakkan iman dan keyakinan kepada Allah SWT, walaupun cuma untuk diri kita. Walaupun sulit untuk tetap optimis, bingung melangkah, linglung dan nggak ada dukungan, namun kita tetap yakin bahwa Allah SWT akan tetap ada buat bantuin kita.

Mungkin teman tahanan penjara yang jadi saksi dari bagaimana Nabi Yusuf a.s. memegang keimanannya dengan teguh. Nah, kalau kita, biarkan dinding kamar yang jadi saksi di akhirat nanti, bahwa ketika semua hal yang kita anggap sebagai pegangan kita udah lewat dan nggak bisa bantuin kita di saat sulit, kita masih sholat karena kita yakin pasti Allah nggak akan nyia-nyiain hamba-Nya.

Percaya Diri

ketika resesi datang
Kamu adalah penerima berbagai anugerah dan kemampuan dari Allah SWT

Rasa syukurnya yang besar dan imannya yang kuat memberikan Nabi Yusuf a.s. pembawaan, wibawa, dan karisma tersendiri. Bahkan penjara pun tidak mampu memudarkan sinarnya. Ia tetap bermanfaat dengan memberikan takwil mimpi dari berbagai mimpi yang dimiliki oleh teman tahanannya.

 Keahliannya yang terbukti itu membuatnya direkomendasikan temen tahanan kepada sang raja untuk mentakwilkan mimpinya. Sang raja kebetulan udah nanya kemana-mana tapi belum ada yang bisa menginterpretasikan mimpinya. Sampai-sampai, ia juga percaya diri untuk mengajukan keahliannya sebagai seorang ekonom ulung kepada sang raja setelah mampu menginterpretasikan arti mimpi sang raja: bahwa Mesir akan menghadapi 7 tahun yang berjaya dan 7 tahun yang sulit.

Dia (Yusuf) berkata, “Jadikanlah aku bendaharawan negeri (Mesir); karena sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, dan berpengetahuan.”

Q.S. Yusuf ayat 55:

Setiap kesulitan, ada dua kemudahan. Anggap saja setiap kesulitan yang kamu hadapi, Allah sudah kamu kasih bekal ganda untuk mengatasinya. Nah, apa bekal ganda yang kamu punya untuk menghadapi resesi? Apa dua keahlian yang bisa membantu kamu menyelesaikan masalah kamu ketika resesi? Kamu pasti punya.

Baca Juga  5 Tips Untuk Menabung Dana Darurat

Yuk, lebih pintar lagi untuk melihat anugerah Allah SWT kepada diri kamu dan lebih percaya diri lagi untuk mempromosikan keahlian kamu, khususnya ketika kesulitan menghadang kamu. Kalau kamu sudah punya panggung, even better. Kamu harus bisa percaya diri dengan keahlian dan kemampuan kamu. Keahlian kamu adalah sahabat kamu, khusus dikirimkan oleh Allah SWT, untuk menguatkan kamu di saat-saat sulit.

Do What You Have to Do

ketika resesi datang
Siap bertarung menghadapi kesulitan

Di saat sulit, Nabi Yusuf a.s. tahu apa yang harus dilakukannya. Beliau begitu tegas dan decisive dalam menentukan sikap dan memberikan saran kepada sang raja negeri yang lagi kebingungan. Semua karena beliau dikaruniai Allah keilmuan yang mendalam, dan karunia itu diberikan Allah karena beliau termasuk orang-orang yang berbuat kebaikan.

Ketika kesulitan menghadang kamu saat resesi, pastikan kamu tetap berbuat baik. Nantinya, langkah baik kamu akan memberikan kamu jalan untuk mendapatkan ilmu. Perbuatan baik dalam hidup adalah cahaya yang bisa memudahkan jalan kamu di dunia ini dan memudahkan kamu untuk melihat ilmu. Dengan ilmu itulah, kamu bisa terus menghadapi dan memecahkan berbagai kesulitan yang kamu hadapi di waktu resesi.

Begitu dapat ilmu, kamu harus tegas dalam mengambil keputusan. Kamu juga harus komit untuk melakukan apa yang harus kamu lakukan sesuai dengan keadaan yang lagi kamu hadapi ketika resesi nanti.

Seperti Nabi Yusuf a.s. yang langsung komit untuk menghemat-hemat pengeluaran di saat 7 tahun negeri berlimpah ruah pendapatannya. Juga komit untuk membatasi konsumsi tertentu selama 7 tahun saat yang berat untuk negeri Mesir tersebut. Kesulitan saat resesi bukan waktu yang tepat untuk kamu overthinking. Kesulitan saat resesi adalah momentum kamu untuk segera ambil impactful actions untuk hidup kamu.

Beautiful Patience (Kesabaran yang Indah)

ketika resesi datang
Terus bersabar menjalani lika-liku kehidupan, kunci keselamatan dan kesuksesan kita dunia akhirat

Satu point penting dari kisah di Q.S. Yusuf adalah tentang kesabaran yang indah.

Baca Juga  Mengenal Nama-nama Allah Ini Bisa Buat Kamu Lebih Tangguh! – Part 3

Kesabaran yang indah adalah ketika kita mengeluhkan kondisi kita hanya kepada Allah SWT dan bukan kepada orang lain, seperti ketika ayah Nabi Yusuf a.s., Nabi Yaqub a.s. memutuskan untuk mengadu hanya kepada Allah SWT tentang rasa rindunya untuk Nabi Yusuf a.s.


Dan mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) darah palsu. Dia (Yakub) berkata, “Sebenarnya hanya dirimu sendirilah yang memandang baik urusan yang buruk itu; maka hanya bersabar itulah yang terbaik (bagiku). Dan kepada Allah saja memohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan.”

Q.S. Yusuf: 18

Dia (Yakub) berkata, “Sebenarnya hanya dirimu sendiri yang memandang baik urusan (yang buruk) itu. Maka (kesabaranku) adalah kesabaran yang baik. Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku. Sungguh, Dialah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana.”

Q. S. Yusuf: 83


Dia (Yakub) menjawab, “Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.

Q.S. Yusuf: 86

Allah SWT juga memuji kesabaran Nabi Yusuf a.s. melalui berbagai peristiwa yang dialaminya.

Kesabaran yang indah adalah ketika yakin semuanya akan baik-baik saja kalau kita terus mengedepankan iman dan takwa. Ketika kita tahu siapa yang mengatur semua kejadian di dunia ini dan kita tenang karena yakin dengan kemampuan Allah SWT mengatur semuanya dengan indah.

Kesabaran yang indah, karena tahu bahwa Allah SWT akan senantiasa mendampingi kita selama kitanya nggak berpaling. Sabar menerima dan menjalani semua lika-liku kesulitan yang mungkin kita hadapi di saat resesi, dengan tetap semangat dan maju terus menyelesaikannya dengan tenang.

Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri ini (Mesir); untuk tinggal di mana saja yang dia kehendaki. Kami melimpahkan rahmat kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik.

Q.S. Yusuf 56

Platform peer-to-peer financing syariah ALAMI mempertemukan UKM dengan pendana. Teknologi kami menganalisa ratusan data untuk menghasilkan pembiayaan yang memiliki kualitas dan kredibilitas yang baik. Daftar sekarang untuk menjadi pendana ALAMI dan nikmati kemudahan proses pembiayaan syariah yang lebih efisien, akurat dan transparan.

Sumber foto:
Maria Krasnova, Esy Andriyani, Mohammad Alashri, Faseeh Fawaz. Fifi Fauziyah, Fritz Bielmeier, Timothy Eberly on Unsplash