Sejak April 2019, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai pengawas industri fintech di Indonesia sudah mewajibkan semua penyelenggara layanan fintech P2P yang diawasi OJK untuk mencantumkan persentase TBK90. ALAMI juga termasuk sebagai salah satu penyelenggara yang harus melakukan kewajiban ini. Kalau kamu lihat di sisi kanan atas website ALAMI, pasti ada tulisan TKB90: 100%. Sebenarnya apa sih TKB90 itu? Apa pentingnya angka tersebut sehingga OJK mewajibkan semua penyelenggara P2P untuk mencantumkannya di platform mereka? Informasi lengkapnya bisa kamu baca disini!

Definisi TKB90

Kepanjangan dari TKB90 adalah Tingkat Keberhasilan Bayar pada hari ke-90. Di ALAMI, persentase TKB90 mencerminkan persentase pihak penerima pembiayaan yang berhasil mengembalikan pembiayaan pada hari ke-90 sejak tanggal jatuh tempo.

Bagaimana dengan ALAMI yang punya TKB90 di 100%? Artinya, sejak ALAMI resmi beroperasi di bulan Desember 2017 sampai hari ini, dan dari semua UKM dan project pembiayaan yang ada di platform ALAMI, semuanya berhasil mengembalikan pembiayaan pada hari ke-90 sejak tanggal jatuh tempo.

Faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat TBK90? Menurut Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), kinerja TKB90 bisa optimal dengan menjalani proses credit scoring yang canggih, karyawan yang mampu menghadapi konsumen penerima pembiayaan, dan strategi dalam pemilihan segmentasi yang akan menerima pembiayaan. Nah, semuanya sudah dilakukan oleh ALAMI lewat proses mitigasi risiko yang sangat berlapis. Kamu bisa baca selengkapnya bagaimana ALAMI melakukan proses mitigasi risiko ini di artikel ini.

Dalam dunia kredit sendiri, dikenal istilah 5C: yaitu character, capacity, capital, collateral, dan conditions. Semakin bagus kondisi dari faktor-faktor tersebut, mulai dari karakter penerima pembiayaan, kapasitas untuk mengembalikan pembiayaan, modal yang dimiliki sebagai basis pembiayaan, jaminan yang dimiliki, dan kondisi terkait seperti misalnya kondisi demand atau permintaan di industri tersebut, maka semakin besar kemungkinan keberhasilan bayar pada hari ke-90 setelah tanggal jatuh tempo.

Menurut OJK, sampai bulan Maret 2020, industri fintech P2P lending mencatatkan penurunan tingkat TKB90 dari 96,08% pada Februari 2020 menjadi 95,78% di bulan Maret 2020. Tentu, hal ini tidak terlepas dari dampak pandemi yang tengah terjadi di dunia dan Indonesia. Bagaimana dengan perusahaan yang TKB90-nya kurang dari 100%? Apakah artinya dana pemberi pembiayaan hilang? Well, belum tentu. Jika kurang dari 100%, itu berarti ada pembiayaan yang keberhasilan pembayarannya dipenuhi lebih dari 90 hari sejak jatuh tempo. Tapi bukan berarti pembiayaannya tidak kembali sama sekali.

Apa Pentingnya TKB90?

Persentase TKB90 merupakan salah satu angka yang harus diketahui oleh calon pemberi pembiayaan yang akan menaruh dananya di ALAMI. Karena, data ini adalah data yang penting jika calon pemberi pembiayaan ingin mengukur risiko dari penempatan dananya. Dari sisi penyelenggara fintech P2P sendiri seperti ALAMI, nilai TKB90 penting untuk dipublikasikan karena merupakan salah satu prinsip transparansi yang diwajibkan dalam ketentuan Pasal 29 huruf a dalam Peraturan OJK nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi. Transparansi ini juga merupakan salah satu nilai dari ekonomi syariah yang harus ditegakkan oleh ALAMI. Dengan kewajiban publikasi TKB90 ini, maka kita bertanggungjawab menjaga keoptimalan kinerja TKB90 dengan terus mengawasi kualitas UKM yang dapat menerima pembiayaan dari ALAMI.

Kalau TKW90 Itu Apa?

TKW90 artinya adalah tingkat gagal bayar pinjaman/pembiayaan atau wanprestasi (kelalaian penyelesaian kewajiban) pada hari ke-90 setelah jatuh tempo. Di dunia perbankan, mungkin TKW90 ini dikenal dengan istilah Non Performing Loan atau kredit macet. Di ALAMI, karena kita adalah institusi yang menerapkan nilai syariah, maka istilah yang digunakan adalah Non Performing Financing.

Terus, Kenapa Kita Pakai TKB90, Bukan Pakai TKW90?

Penyelenggara fintech P2P wajib mencantumkan TKB90 dan bukannya TKW90 karena esensinya, sebagai penyelenggara, perusahaan fintech P2P tidak menyalurkan dana pinjaman/pembiayaan sendiri sama sekali. Penyelenggara fintech P2P adalah sebuah platform, marketplace atau pihak yang menyambungkan antara pemberi pembiayaan dan penerima pembiayaan. Esensinya, Funder atau pendana yang telah memberikan pembiayaan. Sehingga, informasi yang perlu dicantumkan adalah tingkat keberhasilan bayar dari penerima pembiayaan untuk memberitahu calon Pendana akan kemungkinan mereka mendapatkan kembali pembiayaannya beserta imbal hasil sesuai dengan jangka waktu yang diharapkan.

Dengan TKB90 yang masih 100%, semakin besar kemungkinan kamu untuk mendapatkan kembali pembiayaan beserta dengan imbal hasil dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Platform peer-to-peer financing syariah ALAMI mempertemukan UKM dengan pemberi pembiayaan. Teknologi kami menganalisa ratusan data untuk menghasilkan pembiayaan yang memiliki kualitas dan kredibilitas yang baik. Daftar sekarang untuk menjadi pendana ALAMI dan nikmati kemudahan proses pembiayaan syariah yang lebih efisien, akurat dan transparan.