Wabah Corona udah dikategoriin sebagai pandemic oleh World Health Organization (WHO). Karena penyebarannya yang masif ke 157 negara dan menjangkit 218.777 jiwa per 20 Maret 2020.

Penyakit Corona disebabkan oleh virus yang diidentifikasi dengan nama COVID-19. Sebuah virus baru yang merebak begitu cepat selama beberapa bulan terakhir yang berasal dari Wuhan, China sejak Desember 2019. Kota yang memiliki penduduk lebih dari 11 juta jiwa dan ibukota dari provinsi Hubei.

Dampak dari merebaknya wabah ini cukup menjadi pukulan untuk dunia. Beberapa wilayah bahkan negara melakukan lockdown, seperti yang dilakukan China, Italia, dan Malaysia. Masyarat jadi panik dan menyebabkan perekonomian terkena imbasnya.

Di Indonesia Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) per Kamis 19 Maret anjlok begitu dalam. Turun sebesar 31,25% year to date (ytd) ditutup di zona merah pada 4.105,422. Angka ini menunjukkan level terendahnya sejak 4,5 tahun lalu. Disamping itu nilai Rupiah juga terhajar Dollar US begitu besar yaitu menjadi 16.038 per 20 Maret 2020.

Indonesia memiliki rasio kematian yang besar, terbesar di Asia Tenggara bahkan dunia. Per 20 Maret 2020 ada 309 orang yang terkena virus ini dan 25 orang meninggal dunia. Rasio kematian akibat dari virus ini di Indonesia menjadi sebesar 8%.

Berdasarkan survey oleh Kantar pada Februari 2020 tentang “COVID-19: What do consumers expect from brands?”:

  • 30% mengatakan mereka panik kehabisan barang-brang kebutuhan pokok sehingga melakukan pemblian secara panik (panic purchases).
  • 34% percaya hal ini akan lebih buruk dari resesi ekonomi dengan risiko kehilangan pekerjaan.
  • 46% khawatir akan jatuh sakit.
  • 60% merasa situasi ini meminta mereka untuk lebih pro aktif terhadap perencanaan finansial dan keamanan (security) masa depan.
  • 48% konsumer di Asia sangat concern terhadap COVID-19.
  • 51% responden Singapore merasa khawatir bahwa mereka berinteraksi secara langsung dengan coronavirus.
  • Dan 80% responden Indonesia merasa khawatir bahwa mereka berinteraksi secara langsung dengan coronavirus.
Baca Juga  5 Prinsip Manajemen Keuangan Keluarga Agar Tetap Harmonis

Berdasarkan survey responden di Asia:

  • 52% mengurangi waktu bersantai seperti makan di restoran, bersosialisasi dan nongkrong di bioskop.
  • 45% beli produk kesehatan dan nutritional produk
  • 40% beli produk pembersih rumah (home cleaning products)
  • 51% menjadi mengurangi mengunjungi mall.
  • 39% mengurangi pergi ke toko fisik hiburan.

Berdasarkan survey di Vietnam oleh Nielsen:

  • 45% melakukan stok bahan makanan di rumah
  • 50% mengurangi frekuensi mengunjungi supermarket, grocery store, dan pasar basah
  • 25% mengurangi kunjungan konsumsi di luar rumah

Beberapa hasil survey di Amerika mengenai dampak dari virus ini:

  • 4 dari 5 mengatakan kehidupan mereka terganggu cukup besar dari adanya virus ini dan khawatir sanak keluarra tekerna virus ini (62%).
  • Uang pensiunannya dan tabungan kuliah keganggu secara negatif (51%)
  • Mereka jadi ga mampu test apakah kena virus ini apa ngga (36%)
  • 1 dari 10 pekerja di US mengatakan kehilangan pendapatan mereka. Termasuk pekerja yang self-employed, part time, dan pekerja kontrak.

Masyarakat juga menjadi berekspektasi lebih pada produk2 yang menawarkan safety dan wellbeing:

  • 65% mengharapkan produk asuransi dan pelayanan yang menjanjikan kesehatan dan wellbeing
  • 59% makanan dan produk minuman yang aman untuk digunakan
  • 56% barang-barang konsumsi yang aman untuk digunakan
  • 55% produk kesehatan dan wellness products dan pelayanan yang menjanjikan kesehatan dan wellbeing
  • 45% produk perbankan dan pelayanan yang aman untuk digunakan.

Virus Covid-19 bisa masuk melalui celah-celah tubuh kita yaitu mata, hidung dan, mulut. Itulah mengapa kita disarankan untuk menghindari menyentuh bagian muka. Karena khawatir ada virus yang menempel di tangan kemudian berpindah dan masuk kedalam tubuh.

Baca Juga  Serba-serbi Puasa Syawal

Ukuran partikel dari virus ini begitu kecil. Dapat berukuran 5 micrometer, dikenal sebagai aerosols dan mampu penetrasi pada masker. Tapi setidaknya itu menjadi lebih sulit yaitu 5x kemungkinannya dibandingkan ngga pake masker.

Menurut WHO tanda-tanda orang yang terkena virus adalah gangguan pernafasan sedang dan demam dengan rata-rata 5-6 hari setelah terinfeksi. Dimulai dari demam kemudian diikuti dengan batuk kering. Masa inkubasi bervariasi antara 1 sampai dengan 14 hari, beda2 setiap orang. Rata-rata penyakit ini bertahan selama 2 minggu. Untuk yang parah dan kritis bisa sampai dengan 3 sampai 6 minggu. Yang mati karena ini bervariasi antara 2 sampai dengan 8 minggu.

Coronavirus dapat bertahan hidup selama 3 hari pada permukaan suatu benda. Hidup lebih lama pada permukaan berbahan plastik dan baja. Pada benda berbahan kardus (cardboard) dapat bertahan sampai dengan 24 jam.

Pada setiap barang memiliki kemungkinan yang besar hidupnya virus. Terlebih lagi dengan adanya virus COVID-19 yang sedang merajalela. Bila orang-orang perhatian maka mereka akan sering membersihkannya dengan disinfectant dan mencuci tangan.

Virus ini juga bisa terbang ke udara dan bertahan selama kurang lebih setengah jam. Bila dilepasin dengan ketinggian 6 kaki virus yang berukuran 5 micrometer ini akan jatuh ke tanah setelah 34 menit. Meski memiliki kemungkinan menyebar melalui udara, penularan utama dari virus ini adalah pada droplet dari orang yang terinfeksi bisa karena batuk atau bersin.

Baca Juga  Puasa Ayyamul Bidh: Jadwal, Manfaat, Dalil, dan Asal-Usulnya

Penyebaran dari virus ini akan berakhir dengan beberapa kemungkinan. Adanya vaksin salah satunya meski butuh waktu kurang lebih setahun untuk menyediakannya secara masif. Kemungkinan berikutnya adalah bergantinya musim panas akan menurunkan penyebaran virus karena penyebarannya tidak akan lebih baik dibanding cuaca yang dingin.

Bagaimanakah seorang Muslim menanggapi wabah penyakit semacam ini, baca juga di artikel berikut ini:

Referensi

Conversion_FB_Fighting Against Covid-19. 2020. How business can respond to COVID-19. Facebook.
https://market.bisnis.com/read/20200319/7/1215252/rekomendasi-saham-dan-pergerakan-ihsg-hari-ini-19-maret-2020
https://www.kff.org/global-health-policy/poll-finding/kff-coronavirus-poll-march-2020/
https://www.vox.com/2020/1/31/21113178/what-is-coronavirus-symptoms-travel-china-map
https://www.theguardian.com/world/2020/mar/14/coronavirus-covid-19-q-and-a-protect-ourselves-vaccine
https://www.nytimes.com/2020/03/17/health/coronavirus-surfaces-aerosols.html
https://www.worldometers.info/coronavirus/#countries
https://www.theguardian.com/world/2020/mar/18/face-mask-coronavirus-covid-19-facts-checked