Ketika sedang menghadapi banyak masalah, kita sering berharap semoga ada satu cara yang bisa membantu kita menyelesaikannya sebaik mungkin.

Sebenarnya, Islam sudah menawarkan satu konsep yang selalu bisa kita pakai lagi dan lagi, yaitu metode “tawakkal” atau bergantung (hanya) kepada Allah SWT.

Sebagai seorang makhluk yang diciptakan untuk menyembah dan beribadah kepada Allah SWT, manusia tidak didesain untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.

Semua nikmat yang dimiliki oleh manusia, mulai dari hati nurani, pendengaran, penglihatan sampai akal pikiran, bisa berfungsi untuk membantu kita menyelesaikan masalah, tapi itu bukan tujuan utamanya. 

Tujuan utamanya adalah untuk menjadi saksi bahwa hanya ada satu ilah yang berhak diandalkan, dipercaya, dicintai, disembah dan diibadahi dengan sepenuh jiwa, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan membantu kita menjadi makhluk yang memahami secara hakiki kalimat syahadat yang kita ucapkan.

Mungkin semua dari kita pernah menjalani satu perjalanan di mana semua kebiasaan yang kita andalkan, kecerdasan, kemampuan berpikir kita, segala usaha yang kita lakukan, dan semua orang yang kita kenal dan kita cintai, tidak bisa membantu menyelesaikan masalah kita.

Di saat itulah kita perlu menyadari bahwa kita punya Allah SWT, satu-satunya Dzat yang mempunyai kemampuan untuk memenuhi segala sesuatu yang manusia butuhkan, secara tidak terbatas dan tanpa perhitungan.

Sebagai manusia, Allah SWT sudah memberikan kita satu hak asasi yang paling dasar: hak memohon kepada Allah SWT supaya kebesaran-Nya-lah yang memperbaiki semua urusan kita. Hak ini diberikan kepada kita seluas-luasnya. Bahkan, Rasulullah SAW juga sudah menyeru kita untuk meminta kepada Allah untuk sekecil-kecilnya kebutuhan kita dan memberikan contoh “bahkan sampai untuk meminta tali sandal.”*

Allah SWT sendiri pun sudah mempersilakan kita berkali-kali di dalam Al-Qur’an untuk memohon kepada-Nya, misalnya di beberapa ayat Quran berikut:

“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang-orang yang berdoa kepada-Ku”

QS. Al-Baqarah (2): 186

“Berdoalah kepada-Ku, Aku akan kabulkan doa kalian…”

QS. Ghafir (40): 60

Nah, salah satu petunjuk yang ada di Al-Qur’an tentang cara memohon kepada Allah adalah dengan memanggil-Nya lewat nama-namaNya yang indah (Asmaul Husna).

“Hanya milik Allah Nama-nama yang indah, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Nama-nama yang indah itu…”

QS. Al-A’raf (7):180

Yhaaa…idealnya sebelum kita mulai manggil dan minta, sebaiknya kita kenalan dulu sih siapa yang lagi kita panggil dan minta. Kalau nggak kenal, gimana kita mau yakin kalau Dia bisa menjawab panggilan kita?

Buat yang penasaran pengen kenal Allah lebih dalam, sudah banyak banget buku-buku dan artikel yang membahas tentang Asmaul Husna, ilmu tentang nama-nama Allah. Kamu bisa sekalian cari referensi di luar sana ya.

Di sini, kita cuma pengen sharing sedikit, salah satu hal yang paling indah banget dari Asmaul Husna itu karena banyak dari nama-nama Allah itu yang menggambarkan dan berkaitan langsung dengan kebutuhan-kebutuhan kita sebagai manusia.

Yang mana, kebutuhan-kebutuhan itu cuma Allah yang bisa ngasih kita secara tidak terbatas, tanpa perhitungan, dan kadang-kadang, dari sumber-sumber yang kita nggak pernah kebayang sebelumnya. 

Kita semua butuh banget petunjuk untuk menyelesaikan masalah kita, dan salah satu nama Allah adalah AlHaadi, Maha Pemberi Petunjuk.

Kita semua butuh banget sama rezeki, dan Allah adalah ArRazzaq, Maha Pemberi Rezeki.

Kita semua butuh banget sama pemberian-Nya, dan Dia adalah AlWahhab, Maha Pemberi Hadiah.

Kita semua butuh banget doa kita dikabulkan, dan Dia adalah AlMujeeb, Sang Maha Mengabulkan.

Kita semua butuh banget merasa dicintai, dan Dia adalah AlWaduud, Maha Mencintai.

Jadi, kita lagi butuh apa hari ini? Panggil Allah dengan nama-namaNya, untuk mengekspresikan pujian kita kepada Allah, atau bisa juga sesuai dengan kebutuhan kita.

Cara manggilnya, gunakan kata Yaa dan hapus penggunaan Al. Misalnya:

Yaa Razzaq, Yaa Haadii, Yaa Mujiib, Yaa Wahhaab, dan Yaa Waduud.

InsyaaAllah, kita akan menemukan bahwa Allah itu dekat (AlQariib), Maha Mendengar (As-Samii’) dan Maha Melihat keadaan hamba-hambaNya (AlBasheer). 

Untuk pembahasan masing-masing nama-nama Allah secara spesifik, bersambung ke artikel berikutnya ya! Stay tuned!

(Bersambung ke Part 2)

Advertisements