Salah satu nama Allah yang bisa buat kamu lebih tangguh dalam menghadapi ketidakpastian dan kebingungan, adalah Al-Haadi. Allah memperkenalkan nama ini di Al-Quran, dan nama ini sudah banyak dipelajari oleh para ulama. Makna utama dari nama ini adalah Maha Pemberi Petunjuk. Yuk, kita simak beberapa point penting tentang Maha Pemberi Petunjuk!

Al-Haadi (Maha Pemberi Petunjuk)

Nama Allah Al-Haadi disebutkan di dalam Al-Quran sebanyak dua kali.

Yang pertama;

“Dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.”

QS Al-Hajj (22) ayat 54

Yang kedua;

“Cukuplah Rabbmu sebagai pemberi petunjuk dan penolong.”

QS Al-Furqan (25) ayat 31

Makna Al-Haadi

Menurut Syaikh Abdur Razzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dalam bukunya Ensiklopedi Asmaul Husna, Al-Haadi mempunyai makna: yang memberi hidayah dan petunjuk kepada hamba-hamba-Nya untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Dia yang memberi hidayah kepada para hamba yang dikasihi-Nya untuk selalu menaati dan meraih keridhaan-Nya.

Allah juga menegaskan hal ini lagi di beberapa ayat Al-Quran, misalnya:

“Yang menciptakan, lalu menyempurnakan penciptaan-Nya. Yang menentukan kadar dan memberi petunjuk.”

QS Al-A’la (87) AYAT 2-3

“…Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk…”

QS Al-Kahfi (18) AYAT 17

“Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.”

QS Faathir (35) AYAT 8

Petunjuk yang Diberikan oleh Al-Haadi

Petunjuk apa aja yang bisa kita terima? Nah, untuk menjawab pertanyaan itu, ulama juga telah memaparkan berbagai jenis petunjuk yang diberikan oleh Al-Haadi.

  • Pertama, pemberian petunjuk secara umum, yaitu diberikan kepada setiap jiwa untuk meraih kebaikan dalam hidupnya dan kebutuhan hidupnya.
  • Kedua, pemberian petunjuk untuk setiap orang yang sudah terbebani kewajiban syariat untuk melaksanakan syariat tersebut.
  • Ketiga, pemberian petunjuk dalam bentuk taufik, ilham dan kelapangan dada untuk menerima kebenaran dengan segenap kerelaan hati.
  • Keempat, petunjuk untuk menempuh jalan ke Surga dan Neraka pada hari Kiamat.
Baca Juga  Miliki Pendapatan Pasif Sejak Muda: Ubah Wacana Jadi Realisasi

Cara Mendapatkan Petunjuk dari Al-Haadi

Terus, gimana caranya supaya kita bisa dapetin petunjuk-petunjuk penting dari Al-Haadi ini?

Minta di Saat Shalat

Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah dalam bukunya Bayaan Ad-Dalil ‘ala Bathalani al-Tahlil, menjelaskan bahwa “Allah mewajibkan manusia meminta hidayah pada-Nya ketika ia berada pada keadaan terbaik, yaitu pada saat shalat yang ia tunaikan berulang kali siang dan malam.”

Selain shalat wajib, Rasulullah juga mengajarkan shalat istikharah kepada semua sahabatnya. Shalat istikharah ini biasa dilakukan untuk memohon petunjuk Allah dalam segala hal. Biasanya, masyarakat Indonesia melakukan shalat ini ketika memilih jodoh atau hendak menikah, karena merupakan keputusan yang besar dan penting. Namun, kamu juga bisa melakukan shalat istikharah untuk perkara di luar memilih jodoh. Misalnya, ketika kamu bingung harus melakukan tindakan apa, bagaimana harus menghadapi seseorang, dan sebagainya.

Beriman dan Mengerjakan Amal-amal Soleh

Kemudian, Allah juga sudah ngasih kita kisi-kisi gimana caranya untuk dapat petunjuk dari-Nya di berbagai ayat Al-Quran lainnya, antara lain;

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal soleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya…

QS Yunus (10) AYAT 9

Petunjuk akan datang sesuai dengan kualitas keimanan kita, karena kalau kita sudah dikasih petunjuk dan kita nggak yakin, hmm, hasilnya akan kurang optimal juga. Selain itu, semakin banyak petunjuk yang kita inginkan, semakin banyak juga amal soleh yang sebaiknya kita lakukan.

Baca Juga  Serial Sang Pemikir Ekonomi Syariah Dunia – Bagian 2: Imam al-Ghazali

Pergunakan dengan Baik Nikmat yang Allah Beri

Allah menjelaskan seperti ini:

Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata, dan lidah dan sepasang bibir? Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebaikan dan kejahatan).

QS Al-Balad (90) ayat 8 – 10

Dalam buku tafsir Ibn Katsir, ayat tersebut disandingkan dengan pembahasan Allah tentang hal serupa;

Sungguh kami telah ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. Sungguh, Kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang lurus, ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur.

QS Al-Insaan (76) ayat 2-3

Dari kedua ayat tersebut, kita bisa mengambil pelajaran bahwa mata, lidah, bibir, dan telinga kita semuanya bisa membantu kita memahami petunjuk jalan yang Allah berikan.

Jadi, ketika kita sedang mencoba mencari petunjuk dari Allah, kita bisa gunakan semua nikmat yang Allah berikan dalam bentuk jalur berkomunikasi dan mengambil informasi, mulai dari rajin-rajin memperhatikan keadaan sekitar dan trend yang sedang berlangsung, mempertajam kemampuan kita melihat pola keadaan, baca apa yang bisa kita baca, mendengarkan konten-konten bermanfaat terkait hal yang kita cari, sampai berdiskusi dengan orang yang tepat.

Keep Going!

Last but not least, semangat terus dan jaga harapan yang kita punya. Jangan sampai kebingungan membuat kita jadi hilang harapan, patah semangat, dan gelisah terus. Semoga kita bisa mengambil teladan dari kisah Nabi Musa a.s. di QS Asy-Syuara (26): 62, ketika beliau bilang “Sesungguhnya Tuhanku besertaku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku,” saat kelihatannya nggak ada jalan lain lagi untuk kabur dari kejaran tentara Firaun.

Baca Juga  Puasa Ayyamul Bidh: Jadwal, Manfaat, Dalil, dan Asal-Usulnya

Keyakinan ini berujung kepada Allah membelah lautan untuk memberi jalan kepada Nabi Musa a.s. Kalau Allah mampu membelah lautan untuk Nabi Musa a.s., Dia pasti mampu juga untuk memberi petunjuk kepada kita tentang jalan keluar semua permasalahan kita. Semoga, Aamiin YRA.