Serial “My Investment Story” adalah serial baru di Blog ALAMI tentang pengalaman berinvestasi sehari-hari. Di artikel My Investment Story yang pertama, simak cerita Annisa Agripina, seorang mahasiswi berusia 21 tahun yang sudah mulai belajar tentang memiliki pendapatan pasif sejak 2 tahun yang lalu.

Berkembangnya kehidupan sosial menengah, mengakibatkan gaya hidup beberapa masyarakat menjadi sangat konsumtif. Hal itu membuat kesadaran untuk memiliki pendapatan pasif di usia muda menjadi rendah. Banyak dari mereka beranggapan bahwa untuk memiliki pendapatan pasif melalui investasi membutuhkan modal yang sangat besar dan merupakan suatu hal yang dilakukan ketika memiliki penghasilan sendiri menggunakan sisa dari penghasilan tersebut. Padahal untuk memiliki pendapatan pasif melalui investasi tidak selalu memerlukan modal besar dan sulit. 

Apa Definisi Pendapatan Pasif?

Pendapatan pasif di usia muda

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai pendapatan pasif, alangkah baiknya kita mengetahui definisi  dari pendapatan pasif itu sendiri. Pendapatan pasif merupakan pendapatan yang bisa didapatkan seseorang atas kegiatan ekonomi yang dia lakukan tanpa perlu berperan aktif dalam kegiatan tersebut. Penghasilan pasif juga sering disebut income while sleeping, karena kamu tinggal tidur, jalan-jalan atau sakit sekalipun, penghasilanmu tetap ada.

Mengapa Pendapatan Pasif Penting?

Pendapatan pasif di usia muda

Anak muda saat ini tentunya harus memiliki pendapatan pasif sedini mungkin, karena di usia muda adalah usia yang dipenuhi dengan hiburan. Sehingga, tak jarang jika uang yang dimiliki hanya berubah menjadi kesenangan dan hiburan belaka dan nantinya merasakan uang yang dimiliki terbuang dengan sia-sia. Tapi, berbeda jika kita memutuskan untuk mengalokasikan dana ke pendapatan pasif, maka kamu terus berupaya untuk mengalokasikan uang untuk hal-hal yang penting saja. Pada  akhirnya, hal itu akan membuat kita menjadi pribadi yang disiplin dengan pola hidup hemat.

Baca Juga  Tips Bisnis Bertahan dari Dhydha Maryudha, Founder Sagaleh

Selain itu, kita juga akan menjadi pribadi yang bebas secara finansial. Kebebasan finansial adalah ketika seseorang sudah tidak perlu lagi bekerja keras akan tetapi pendapatan pasif akan terus masuk. Keuntungan lainnya, jika kita mengalokasikan dana untuk pendapatan pasif sejak umur 20 tahun akan berbeda dengan keuntungan yang didapatkan oleh orang umur 30 tahun. Karena, jika kamu mengalokasikan dana secara tepat sejak dini, kamu memiliki lebih banyak kesempatan untuk mempelajari platform-platform investasi yang dapat menghasilkan pendapatan pasif sesuai dengan kebutuhan kamu.

Pengalaman Pribadi Membangun Pendapatan Pasif

Pendapatan pasif di usia muda

Sebelum saya masuk ke dunia investasi tentu saya belajar terlebih dahulu bagaimana cara mengalokasikan dana secara tepat, yang tentunya sesuai dengan kebutuhan saya. Di kampus saya mengambil mata kuliah Manajemen Investasi dan mengikuti ekstrakurikuler yaitu Galeri Investasi.

Apabila di kelas saya belajar mengenai bagaimana cara memutuskan investasi seperti apa yang akan diambil melalui analisis fundamental maupun teknikal,  namun di Galeri Investasi saya bermain dengan kartu $tocklab, yang dimana kartu ini merupakan simulasi pengenalan mengenai pasar modal dengan cara yang menarik dan tidak membosankan, cara bermainnya para peserta akan berlomba membangun asset dengan berinvestasi di beberapa sektor saham serta reksa dana, dan menggunakan berbagai aksi secara optimal untuk menjadi investor yang sukses.

Adapun instrumen pertama yang saya gunakan adalah instrumen saham, namun untuk instrumen yang satu ini saya tidak bertahan lama, karena saya tahu, saya tidak bisa menoleransi resiko yang terlalu besar.

Baca Juga  Memahami Arti TKB90 dan TKW90

Maka dari itu saya pindah kepada instrumen emas, selain emas menguntungkan secara uang serta memiliki risiko yang kecil, emas juga mempunyai keunggulan lain yaitu kemampuannya yang tahan terhadap inflasi. Untuk memudahkan kita dalam jual beli emasi, kini investasi emas pun bisa melalui aplikasi seluler. Investasi emas secara online memungkinkan kita membeli emas dalam nominal kecil sehingga lebih terjangkau.

Meski membeli secara digital dan tidak langsung dimiliki, bukan berarti kita tidak dapat memiliki emas batangan tersebut. Kita hanya menitipkan emas dan jumlah emas dicatat di akun yang kita miliki. Saat ingin memilikinya secara fisik, emas dapat diambil dan dikirimkan ke alamat yang kamu cantumkan.

Selain instrumen emas, saya juga memasukkan peer to peer lending dalam strategi mendapatkan pendapatan pasif. Karena melakukan investasi peer to peer lending tidak membutuhkan pemahaman yang rumit seperti saham, investasi ini cocok untuk dijadikan media belajar anak muda guna memahami dunia investasi lebih dalam. Risiko yang diterima juga lebih kecil dibanding melakukan investasi pada bidang lain tanpa memiliki pemahaman memadai.

Setelah melakukan investasi tentunya saya mendapatkan keuntungan tidak hanya berupa uang, namun juga pengalaman berharga mengenai ketelitian, kegigihan, dan kesabaran. Tentunya dengan melakukan investasi agar dapat mewujudkan impian jangka panjang seperti misalnya bebas secara finansial, dan memiliki jaminan di masa pensiun. Selain itu, dalam jangka waktu pendek, membangun pendapatan pasif juga akan membuat saya lebih mudah untuk travelling, suatu hal yang sering saya lakukan untuk refreshing.

Platform peer-to-peer financing syariah ALAMI mempertemukan UKM dengan pendana. Teknologi kami menganalisa ratusan data untuk menghasilkan pembiayaan yang memiliki kualitas dan kredibilitas yang baik. Daftar sekarang untuk menjadi pendana ALAMI dan nikmati kemudahan proses pembiayaan syariah yang lebih efisien, akurat dan transparan.

Annisa Agripina adalah seorang mahasiswi semester tujuh di STIE Indonesia Banking School yang sedang melakukan program magang di ALAMI.

Sumber foto:

Baca Juga  Mengenal Pilihan Investasi Syariah di ALAMI

Ifrah Akhter, Markus Winkler, Thought Catalog, Austin Distel on Unsplash