Berbagai negara dunia sedang mengalami keadaan yang tidak biasa. Disebabkan adanya suatu wabah penyakit yang menyebar begitu luas dan masif. Yaitu wabah penyakit Coronavirus.

Mengubah aktivitas masyarakat dunia sementara waktu demi menghindari penyebaran virus. Sekolah diliburkan, tempat ibadah ditutup, tempat wisata ditutup, transportasi umum dibatasi, bahkan di beberapa wilayah masyarakat dilarang keluar rumah.

Keadaan ini memberikan dampak yang besar bagi banyak orang. Keadaan perekonomian juga banyak terganggu. Dan masyarakat banyak yang panik dengan berbondong membeli peralatan medis dan persediaan makanan dalam jumlah yang banyak.

Sebagai seorang Muslim bagaimanakah kita menyikapi keadaan semacam ini. Dan pembelajaran seperti apa yang bisa diambil.

  1. Pahami kalo segala macam penyakit datangnya dari Allah.
    Oleh karena itu hal pertama yang harus kita lakuin adalah memohon perlindungan hanya kepada-Nya. Karena ga ada satupun di muka bumi ini suatu kejadian tanpa kehendak-Nya maka hanya kepada-Nyalah kita bergantung.

    “Manusia diciptakan penuh dengan kelemahan.” (An-Nisa: 28)

    “Hai manusia, sungguh kalian adalah hamba yang fakir (sangat butuh) kepada Allah; dan Allah subhanahu wa ta’ala Dialah Yang Mahakaya (tidak membutuhkan makhluk-Nya) lagi Maha Terpuji.” (Fathir: 15)
  2. Bersabarlah
    Datangnya suatu penyakit kepada seorang mukmin bisa menjadi suatu rahmat. Karena bisa jadi itu sebagai penggugur dosa kita. Dan bila kita bersabar serta bertawakkal menghadapapi wabah penyakit ini akan diganjar dengan pahala yang begitu besar.

    “Adzab yang Allah kirim kepada orang yang Dia kehendaki. Allah jadikan thaun sebagai rahmat bagi orang-orang beriman. Tidaklah seseorang yang di negerinya mewabah thaun lalu ia tetap berada di situ dengan sabar dan berharap pahala, ia tahu tidak ada musibah yang menimpanya kecuali apa yg telah Allah tetapkan bagi dirinya melainkan baginya pahala seperti pahala seorang syahid.” (HR. Al-Bukhari)

    “Sungguh menakjubkan urusan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya seluruh urusannya adalah baik; ?dan itu tidak dimiliki kecuali orang mukmin. Jika ia mendapat kelapangan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika mendapat
    kesulitan/kesusahan, ia bersyukur, maka itu baik baginya.” (HR. Muslim)
  3. Meningkatkan Keimanan
    Kesempatan semacam ini harus dimanfaatkan untuk kita perbaiki keimanan. Yang berupa ujian dari Allah agar kita menjadi umat yang lebih baik dan taat lagi.

    Katakanlah (Muhammad), “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang-orang yang beriman.” (At-Taubah 51)

    Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (At-Taghabun:11)

    Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Al-Baqarah:155)
  4. Jaga Diri Kita dari Wilayah atau Orang yang Terjangkit Penyakit
    Metode karantina atau isolasi merupakan ajaran yang disampaikan oleh Rasulullah saw. Agar penyebaran dari penyakit ini bisa diperlambat.

    “Jangan kamu terus menerus melihat orang yang mengidap penyakit kusta.” (HR Bukhori)

    “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhari)
  5. Menjaga Kebersihan
    Kita harus senantiasa membersihkan diri kita terhadap kotoran. Sebagaimana yang biasa dilakuin umat Muslim adalah minimal wudhu 5x kali sehari sebelum melaksanakan sholat.

    Disamping itu kita harus menutup rapat-rapat kemungkinan virus-virus itu masuk, entah melalui makanan, minuman, pakaian, atau air yang digunakan.

    Dari Jabir bin ‘Abdullah mendengar Rasulullah Saw bersabda: “Tutuplah bejana-bejana, dan ikatlah tempat-tempat minuman, karena di suatu malam pada setiap tahunnya akan ada wabah penyakit (berbahaya) yang akan jatuh ke dalam bejana dan ke tempat-tempat air yang tidak tertutup.”
  6. Menjaga Adab agar Tidak Menularkannya kepada Orang Lain
    Bertindak seolah-olah kita udah kena penyakit tersebut dan berupaya tidak menularkannya kepada orang lain. Sehingga menutup rapat-rapat virus yang ada pada diri kita menyebar kepada orang lain.

    “Bahwasannya Rasulullah Shallahu Alaihi Wasallam jika bersin beliau meletakkan tangannya atau pakaiannya di atas mulutnya, dan dengannya beliau memelankan suara (bersin)” (H.R. Tirmidzi)
  7. Mengingat Kematian
    Bagaimanapun juga semua makhluk hidup ciptaan Allah akan mati dan kepada-Nya kita kembali. Ngga sedikit orang yang sehat namun terkena wabah penyakit begitu cepat kemudian langsung meninggal.

    Maka yang bisa kita lakukan bertawakal, berdoa, dan beribadah dengan sebaik-baiknya. Agar dapat terhindar dari segala macam penyakit yang berbahaya. Dan apabila kita tetap meninggal karena wabah penyakit tersebut, bisa masuk dalam golongan yang disampaikan oleh Rasulullah saw.

    “Kematian karena wabah adalah surga bagi tiap muslim (yang meninggal karenanya).” (HR Bukhori).
    Aamiin ya rabbal alamin.

Referensi

Darul IFTAA Mahmudiyyah. https://jamiat.org.za/the-islamic-perspective-of-corona-virus-and-useful-guidelines/.
Panggabean, Islahuddin. https://hariansib.com/Mimbar-Agama-Islam/Sikap-Menghadapi-Wabah-Corona-dalam-Islam.
Tamam, Badrul. 2020. Hadits ”Tidak Ada Penularan Penyakit”, Apa Maksudnya?. https://www.voa-islam.com/read/aqidah/2020/02/26/69905/hadits-tidak-ada-penularan-penyakit-apa-maksudnya/.