Seperti yang kita semua tau kalo dunia sedang dihadapi permasalahan masif yang sama, yaitu wabah Coronavirus. Mendorong masyarakat antar negara bersatu dan saling membantu mengatasi permasalahan ini.

Masayarakat dunia sedang merasa panik. Stok makanan pokok dan alat kesehatan banyak diborong oleh masyarakat atau dikenal dengan istilah panic buying. Membuat lonjakan harga meningkat karena keterbatasan barang.

Bukan hanya berpengaruh pada aktivitas ekonomi tapi juga kebutuhan orang yang benar-benar membutuhkan. Kebutuhan medis bagi para perawat dan dokter menjadi terbatas membuat mereka menghadapi risiko yang besar. Karena merekalah yang ada di garis depan menghadapi wabah ini.

Tapi disamping itu semua situasi ini banyak mendorong rasa kebersamaan. Para public figur banyak yang menggunakan kesempatan ini dengan melakukan campaign mengumpulkan bantuan.

Masyarakat juga banyak yang saling memberikan dukungan sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Kita bisa lihat dari beberapa momen emosional di berbagai negara seperti:

  • Para penghuni apartemen di Wuhan, China saling menyemangati dengan ucapan Ciao Wuhan
  • Di atas balkon penghuni apartemen di Italia saling memainkan musik dan menghibur satu sama lain
  • Stasiun radio di Eropa secara serentak memutarkan lagu “You’ll never walk alone”
  • Tepuk tangan warga Belanda secara serentak selama 3 menit sebagai penghormatan kepada tenaga medis
  • Tepuk tangan warga Italia ketika para dokter dan perawat dari Kuba yang dikirimkan tiba
  • Setiap malam disekitar jam 9 dari setiap balkon apartemen di Swiss riuh tepuk tangan dan alat musik terdengar sebagai simbol menyemangati tim medis

Ketika dihadapi suatu permasalahan yang sama manusia akan menunjukkan sebagai makhluk sosial. Yang saling membutuhkan satu sama lain dan karena rasa yang sama tersebut. Maka sudah sepatutnya kita saling tolong menolong.

Kebersamaan dan solidaritas seperti inilah yang dibutuhkan untuk mengatasi wabah ini. Sebagaimana yang dikatakan oleh Direktur World Health Organization (WHO), Dr. Tedros,

“Solidarity is the key to defeating COVID-19. Solidarity between countries, but also between age groups.”

Semua lapisan masyarakat diminta untuk mengikuti himbauan. Karena virus itu sangat mudah terbawa oleh manusia dan menyebar. Kerjasamanya untuk melakukan social distancing menjadi sangat penting.

Selain bekerja sama mengikuti himbauan yang ada, akan lebih baik bila masyarakat turut tolong-menolong sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran… (QS. Al-Mâidah:2)

Situasi di Indonesia saat ini para tenaga medis sedang mengalami kesulitan pada penyediaan Alat Pelindung Diri (APD). Selain itu juga ada beberapa kebutuhan barang medis lain yang diperlukan disinfektan dan alat pengukur suhu tubuh.

ALAMI bersama dengan Dompet Dhuafa berinisiasi turut serta membantu permasalahan ini. Untuk membantu para tenaga medis yang ada di garda terdepan dalam menangani merek yang terinfeksi dan agar tidak menyebar semakin luas lagi.

Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Siapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Siapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan, maka Allah memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat… (HR. Muslim)

Tolong menolong dan kerjasama dalam situasi ini menjadi penting. Agar kita secara bersama dapat melwati ujian ini dengan baik. Bantuan yang teman-teman bisa lakukan lebih rinci bisa disimak dalam gambar berikut ini: