Para petinggi pemerintahan Indonesia terus mendeklarasikan komitmen dan kepercayaan mereka untuk menjadikan ekonomi syariah bagian penting dari ekonomi Indonesia. Menurut mereka, ekonomi syariah akan menjadi gelombang baru di ekonomi nasional, menjadi penguat ketahanan ekonomi negara, dan berpadu dengan digitalisasi, akan mampu berkontribusi secara signifikan untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai negara dengan ekonomi maju pada tahun 2045.

Ekonomi Syariah Bisa Jadi Penguat Ketahanan Ekonomi Negara

Tentang Ekonomi Syariah Ini Kata Para Petinggi Negara

Dalam sebuah webinar yang dilaksanakan oleh salah satu media terkemuka di Indonesia, Wapres Indonesia menyatakan bahwa ekonomi syariah bisa menjadi penguat ketahanan ekonomi negara. Saat ini, Indonesia mencatat resesi ekonomi sebesar 5.32% yoy pada kuartal kedua tahun 2020 karena terdampak COVID-19. Indonesia memerlukan sistem ekonomi yang bisa memberikan dampak positif dengan memperbaiki kesejahteraan umum dan meningkatkan ketahanan ekonomi warga negaranya. Potensi ekonomi syariah untuk memberikan kedua peran tersebut sesungguhnya sangat besar, namun masih harus diusahakan untuk bisa dimaksimalkan di Indonesia.

Wapres menyatakan bahwa salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah adalah dengan melakukan merger tiga bank BUMN Syariah dan menginisiasi banyak kooperasi syariah dan keuangan mikro.

Dengan adanya sistem pengumpulan zakat, sedekah/infaq dan wakaf yang masif, Indonesia harusnya bisa memaksimalkan lagi sistem pendistribusiannya sehingga bisa memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perbaikan kesejahteraan rakyat, khususnya di saat ekonomi sedang mengalami kemunduran seperti tahun 2020 ini.

Baca Juga  Ini 5 Kenyamanan Transaksi Investasi Online di ALAMI

Ekonomi Syariah Jadi Gelombang Baru Ekonomi Indonesia

Tentang Ekonomi Syariah Apa Kata Petinggi Negara

Masih dalam webinar yang sama, beliau juga menyatakan bahwa ekonomi syariah akan menjadi gelombang baru ekonomi Indonesia. Beliau optimis bahwa ekonomi syariah tengah memiliki momentum yang kuat.

Namun, walaupun Indonesia punya jumlah penduduk Muslim kelas menengah hingga lebih dari 64.5 juta orang, secara umum tingkat literasi keuangan syariah di Indonesia masih 8.93% di tahun 2019. Pangsa pasar keuangan syariah juga belum mencapai 10% dari seluruh pangsa pasar keuangan di Indonesia.

Untuk memaksimalkan potensi ekonomi syariah menjadi gelombang baru ekonomi Indonesia, ada beberapa cara yang diusulkan oleh Eddie Omar Davis, pemimpin tim operasional untuk wilayah Indonesia dari Islamic Development Bank.

Pemerintah bisa mempromosikan kegunaan dana dari berbagai instrumen keuangan syariah untuk membiayai berbagai project yang akan dirasakan manfaatnya oleh semua kalangan. Misalnya, penggunaan aset wakaf untuk kepentingan sistem fasilitas kesehatan, atau penggunaan sukuk untuk membiayai infrastruktur transportasi di berbagai pulau. Diharapkan dengan adanya hubungan yang terbentuk, akan mendorong penggunaan instrumen ekonomi syariah yang lebih masif lagi.

Selain itu, dengan banyak penggunaan Bahasa Arab dalam istilah ekonomi syariah, kemungkinan masyarakat juga merasa terintimidasi dan tidak paham. Oleh karena itu, Eddie Omar Davis mengusulkan untuk semua pemegang kepentingan menyederhanakan berbagai istilah dan fokus untuk membuat berbagai istilah tersebut terasa familiar dan mudah dimengerti.

Baca Juga  Simak 5 Tips Manfaatkan Uang Untuk Kebahagiaan Kamu

Langkah selanjutnya, menurut Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, perlu diadakan juga kerjasama strategis antara pelaku bisnis dan kalangan pesantren Indonesia agar semakin meningkatkan pemahaman dan literasi tentang ekonomi syariah.

Ekonomi Syariah Penting Untuk Visi Indonesia Maju 2045

Tentang Ekonomi Syariah: Apa Kata Petinggi Negara? 1
Sumber grafik: IndonesiaBaik.id

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng, juga menyatakan bahwa ekonomi syariah, bersama dengan digitalisasi, akan menjadi penopang perwujudan visi “Indonesia Maju 2045” (grafik di atas) yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.

Di dalam visi tersebut, Indonesia telah berhasil keluar dari jebakan sebagai negara yang terus menerus berada di kelas menengah, dan menjadi sebuah negara dengan ekonomi maju.

Namun, untuk meraih hal tersebut, masih banyak tantangan yang harus dihadapi Indonesia.

Walaupun begitu, Sugeng percaya bahwa banyaknya populasi Muslim kelas menengah di Indonesia akan mampu untuk terus meningkatkan banyaknya permintaan dan penawaran untuk produk syariah.

Beliau juga sangat percaya dengan kemampuan warga milenial Indonesia (sebanyak 60% dari populasi Indonesia) untuk menciptakan inovasi digital yang bisa terus mendongkrak ekonomi Indonesia.

Sumber:

Antara News

The Jakarta Post

Sumber foto:

Jatim Times.com

Unsplash.com by Tyler Morgan & Afif Kusuma

Daftar sekarang untuk menjadi pendana ALAMI dan nikmati kemudahan proses pembiayaan syariah yang lebih efisien, akurat dan transparan.

ALAMI juga telah meluncurkan ALAMI Android Mobile App. Klik link ini untuk install ALAMI Mobile App sekarang!