Selama bulan Ramadan 2020, ALAMI mengadakan sesi diskusi online #RamadanTetapTangguh yang dibawakan oleh Dima Djani, CEO ALAMI. Sesi diskusi online #RamadanTetapTangguh ini bertujuan memberikan berbagai wawasan yang diperlukan dalam menghadapi realita baru yang hadir di tengah pandemi COVID-19. Dalam episode kelima #RamadanTetapTangguh, ALAMI mengundang Dhydha Maryudha, founder Sagaleh, kedai kopi dengan citarasa lokal untuk berbagi tips bisnis bertahan di tengah pandemi. Pebisnis yang memulai usahanya dengan modal Rp8 juta ini kini sudah mempunyai 5 cabang di Jakarta, Tangerang dan Bandung. Bisnis kedai kopi merupakan salah satu bisnis yang sangat terdampak oleh pandemi COVID-19. Bagaimana kabar Sagaleh di tengah pandemi? Apa saja tips bisnis bertahan dari pebisnis pencinta kopi ini? Keep reading to find out!

Dhydha Maryudha berbagi tips bisnis bertahan
Dhydha Maryudha

Pendapatan Bisnis Sagaleh Terjun Bebas

Dhydha termasuk salah satu pebisnis yang merasakan langsung dampak pandemi COVID-19 untuk bisnisnya. Di awal waktu diterapkan kebijakan social distancing, Sagaleh mencatat sekitar 70 – 80 % penurunan pendapatan. Ia juga harus menutup dua cabang kedai kopinya. Sampai sekarang, ia juga belum mencatat penjualan yang normal kembali, walaupun sudah menyiapkan berbagai strategi untuk memancing penjualan.

Namun, Dhydha mengakui, masih ada satu cabang kedai kopinya yang masih cukup menghasilkan, yaitu di cabang Jl. Wijaya. Selain itu, di awal bulan Mei, ia juga berhasil membuka satu cabang baru di wilayah Bintaro. Pembukaan cabang baru ini mundur dari jadwal awalnya karena pandemi. Namun, ia akhirnya memutuskan tetap buka, dan Alhamdulillah, hari pertamanya begitu berhasil dengan hasil penjualan yang bagus.

Tips Bisnis Bertahan di Tengah Pandemi

Begitu menyadari dampak yang ia hadapi, Dhydha langsung menerapkan beberapa strategi untuk mitigasi perubahan. Ia menyesuaikan penawarannya dengan kebutuhan baru pelanggannya. Pebisnis yang menjalankan bisnisnya bersama istri ini mengenalkan paket makanan menu lauk baru ready for takeaway untuk cabangnya di Jl. Wijaya. Di bulan Ramadan tahun ini, bahkan ada pelanggannya yang ramai-ramai membeli menu paket makanan di bulan Ramadan untuk buka bersama lewat video call.

Selain itu, ia juga menjual produk minumannya dengan ukuran yang lebih praktis untuk dibawa ke rumah, yaitu ukuran botol 1 liter. Tadinya, es kopi susu dalam ukuran 1 liter ini sudah dijual sejak tahun lalu, ketika banyak orang yang membutuhkan kopi untuk i’tikaf di masjid. Namun, dengan keadaan pandemi ini, ia memutuskan untuk menjual ukuran 1 liter untuk semua menu minumannya, termasuk produk best-seller yaitu es kopi susu, susu krimi, dan susu kurma.

Tidak hanya itu, ia juga menyiapkan ukuran 0.5 liter untuk semua varian. Sehingga, pelanggan yang ingin membeli ukuran 1 liter bisa menggabungkan dua menu minuman yang diinginkannya, misalnya 0.5 liter susu kurma dan 0.5 liter susu moka.

Secara keuangan, Sagaleh juga benar-benar mengetatkan pengeluaran yang tidak perlu. Sejak memberanikan diri berbisnis, Dhydha sudah menyadari bahwa berpindah kuadran dari karir sebagai pegawai ke pebisnis mengharuskannya untuk mampu merencanakan segalanya dari A sampai Z. Dhydha merasa sangat bersyukur bahwa di saat seperti ini, ia masih mampu untuk menutupi biaya produksi dan karyawan.

Tips Bisnis Bertahan dengan Modal Kecil

Bagaimana jika ada yang ingin mempertahankan bisnisnya namun modalnya kecil, seperti Rp5 – 6 juta? Menurut Dhydha, hal tersebut sangat mungkin dilakukan. Asalkan, semua bisa mengatur ego untuk merancang operasional bisnis sesuai dengan biaya yang bisa dikeluarkan. Misalnya, merancang kapasitas produksi yang bisa dikerjakan oleh kita sendiri, menjadikan rumah sebagai tempat berbisnis, tidak perlu memakai karyawan dulu, dsb.

Namun, tips bisnis bertahan lebih lama lainnya yang juga penting adalah: jangan menyerah untuk memperbaiki kualitas produk hingga maksimal. Dhydha mengakui bahwa mendapatkan kualitas produk yang prima tidak bisa instan. Kadang, harus melewati banyak proses perbaikan sehingga akhirnya bisa mengeluarkan produk yang optimal dan disukai pasar. Ia pun tidak langsung mencapai kualitas kopi Sagaleh yang sekarang. Banyak proses trial and error yang harus dilewatinya di bulan-bulan pertama. Kuncinya, ia selalu mendengarkan feedback dari pelanggan.

Tips bisnis bertahan lainnya juga diberikan Dhydha untuk mereka yang memilih berpartner dalam bisnis. Agar partnership bisnis bisa bertahan lama, maka keduanya harus menyatu dalam visi dan misi yang ingin dicapai dalam menjalani bisnis, serta mempunyai komunikasi yang baik.

Ingin membantu UKM lainnya untuk agar bisnis mereka tetap bertahan? ALAMI menyediakan platform peer-to-peer financing syariah di Indonesia yang mempertemukan UKM dengan pemberi pembiayaan. Teknologi kami menganalisa ratusan data untuk menghasilkan pembiayaan yang memiliki kualitas dan kredibilitas yang baik. Daftar sekarang untuk menjadi pendana ALAMI dan nikmati kemudahan proses pembiayaan syariah yang lebih efisien, akurat dan transparan.

Advertisements