You’ve worked hard for your money. Kita paham sekali kalau kamu tentunya ingin berhati-hati dalam menentukan kemana harus menyalurkan dana yang kamu punya. Nah, supaya kamu lebih yakin untuk ambil keputusan untuk menyalurkan dana kamu di P2P ALAMI, simak apa kata Bembi Triawan Juniar, Chief Business Officer (CBO) dan Co-Founder ALAMI tentang kelebihan P2P ALAMI.

Apa saja kelebihan yang kamu dapatkan jika kamu menyalurkan dana kamu lewat produk P2P ALAMI? Dan apakah P2P ALAMI benar-benar syariah? Semuanya akan dibahas tuntas di artikel ini!

Bembi Juniar memimpin tim bisnis P2P ALAMI
Bembi Juniar, Chief Business Officer ALAMI, sangat meyakini bahwa nilai syariah di P2P ALAMI bisa bermanfaat untuk semua kalangan

P2P ALAMI Sudah Berizin dan Diawasi OJK

Mungkin banyak pembaca yang selama ini khawatir dengan kredibilitas industri P2P karena banyaknya selentingan negatif yang beredar di media tentang dunia ini. Namun, bersama ALAMI, kekhawatiran itu nggak perlu hadir lagi.

“Selama ini, P2P lending identik dengan pinjol atau pinjaman online, yang kebanyakan masih tidak terdaftar di OJK dan ilegal. Nah, biasanya juga, banyak yang menawarkan investasi bodong. Misalnya, menjanjikan return yang sangat tinggi, sampai 30% p.a. atau sampai 40% p.a. tapi uangnya malah hilang dan tidak kembali. Nah, dengan menyalurkan dana di ALAMI, pendana nggak perlu khawatir dengan penipuan atau praktik ilegal, karena kita sendiri sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK sejak April 2019 dan berizin dan diawasi oleh OJK sejak Mei 2020,” ujar Bembi.

Dengan adanya tanda resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berarti ALAMI sudah memenuhi segala aspek yang dibutuhkan oleh regulator layanan keuangan. Mulai dari syarat administrasi, integrasi teknologi sampai proses bisnis. Untuk informasi lengkap tentang apa arti tanda berizin dan diawasi oleh OJK tersebut, kamu bisa baca selengkapnya di artikel ini, ya!

P2P ALAMI Dijalankan oleh Tim yang Profesional

We mean business, and we know what we are doing.

“Hampir semua anggota tim di ALAMI mempunyai latar belakang sebagai profesional di perbankan, sehingga kami semua sudah berpengalaman dalam melakukan layanan keuangan,” kata Bembi.

Bembi sendiri mempunyai latar belakang pendidikan S1 dan S2 dari Indonesia Banking School dan pengalaman 8 tahun sebagai banking professional, antara lain sebagai Account Officer di BRI Syariah, Account Manager di Bank Muamalat, dan Senior Relationship Manager di Emirates Islamic.

Baca Juga  Ternyata Ini 5 Alasan Gharar Jadi Larangan Ekonomi Syariah

Selain Bembi, ALAMI juga didirikan oleh Dima Djani, CEO ALAMI, yang mempunyai pengalaman 10 tahun di perbankan, termasuk di Citibank dan Societe Generale, dan Harza Sandityo, COO ALAMI, yang mempunyai pengalaman sebagai Corporate Legal Counsel, Compliance and Legal dan Corporate Secretary di berbagai institusi keuangan papan atas di Indonesia.

Tentunya, nggak cuma cofounders yang mempunyai pengalaman di bidang perbankan. Mulai dari tim Business, Product, Risk, Ops, sampai IT pun mempunyai anggota tim yang sudah bertahun-tahun berkecimpung di industri ini.

P2P ALAMI Memberikan Pendanaan Produktif

Berbeda dengan banyak P2P yang lain, ALAMI khusus menyediakan produk P2P financing untuk pembiayaan produktif, bukan konsumtif.

“Kita menyalurkan pembiayaan produktif ke berbagai UKM yang telah lolos seleksi ketat ALAMI, untuk mendukung mereka menggerakkan sektor ekonomi riil. Jadi, para pendana tidak hanya akan mendapatkan imbal balik, tapi juga bisa mendapatkan pahala karena mereka telah memberikan social impact yang positif. Tentu, hal ini sesuai dengan keinginan banyak pendana (Funder) kita yang ingin mengaktualisasi dirinya sebagai langkah pencapaian yang lebih tinggi lagi dalam hidup,” ujar Bembi, mengacu ke teori Hierarchy of Needs yang dicetuskan oleh Abraham Maslow.

P2P ALAMI Mempunyai Risiko Default Yang Rendah

Jenis pembiayaan produktif yang tersedia di platform P2P ALAMI adalah invoice financing. Dalam produk ini, UKM yang berhak menerima pembiayaan adalah hanya UKM yang telah mempunyai invoice yang sudah diterima oleh pemberi kerja atau client mereka, yang disebut dengan istilah bouwheer/payor. Artinya, mereka sudah menyelesaikan pekerjaannya dan hanya tinggal menunggu pembayaran, dan biasanya bisa diselesaikan dalam waktu 3 sampai 6 bulan.

“Pembiayaan di ALAMI mempunyai risiko default yang cukup rendah karena kita adalah shortterm financing project. Di dalam perbankan sendiri, shortterm project akan mempunyai risiko default yang lebih rendah daripada longterm project. Selain itu, semua project yang kita salurkan pembiayaannya adalah jenis invoice financing, sehingga lebih aman. Karena, kita sangat melihat kualitas bouwheer/payor dari UKM tersebut dan kami masih sangat selektif dalam membiayai suatu project,” ujar Bembi menjelaskan.

Yes, sampai saat ini, dari sejak berdirinya ALAMI di Desember 2017 sampai bulan Mei 2020, ALAMI mempunyai TKB90 atau Tingkat Keberhasilan Bayar pada hari ke-90 sejak tanggal jatuh tempo di 100% atau Non Performing Financing di 0%. Hal ini tidak terlepas dari usaha keras semua tim ALAMI untuk menjaga kualitas penerima pembiayaan sebaik mungkin dan menekan kemungkinan gagal bayar semaksimal mungkin.

Baca Juga  Kenapa Riba Jadi Larangan Ekonomi Syariah? Simak 6 Alasannya Disini

ALAMI menerapkan proses due diligence, credit checking, credit scoring, market checking, bahkan sampai site visit. Seleksi dilakukan sekomprehensif mungkin dengan prinsip kehati-hatian (prudential banking), termasuk misalnya di tengah pandemi ini, melakukan secara berkala pengkinian data industri agar dapat mengidentifikasi industri mana saja yang tetap tangguh terhadap dampak COVID-19.

P2P ALAMI Menawarkan Kemungkinan Imbal Hasil Lebih Tinggi dari Inflasi

Again, you’ve worked hard for your money. Pasti nggak rela dong kalau harus kehilangan atau nggak sengaja membiarkan uang kita tergerus nilainya dengan inflasi? Jadi, sebagai alternatif untuk menyimpan dana kita yang liquid, selain ditaruh di tabungan dan deposito yang imbal hasilnya lebih kecil dari tingkat inflasi, kamu juga bisa mempertimbangkan untuk menyalurkannya di P2P ALAMI.

“Tingkat inflasi rata-rata di Indonesia sekitar 10% per tahun. Kalau ditaruh di tabungan, hanya mendapatkan return sekitar 2%. Jika disimpan di deposito mungkin return yang didapat hanya maksimal 7%, itu juga belum dipotong pajak, sehingga yang didapat bersih hanya 4-5% saja. Jadi, akan ada gap dengan tingkat inflasi sekitar 5%. Nilai dana kita akan termakan oleh inflasi. Kita akan rugi. Sementara itu, jika kita menaruhnya di instrumen P2P ALAMI, kita mendapat rata-rata imbal hasil sekitar 15% p.a., yang tentunya lebih tinggi dari tingkat inflasi di Indonesia,” begitu penjelasan dari Bembi.

P2P ALAMI Menerapkan Prinsip Syariah

Bagaimana P2P ALAMI bisa syariah? Untuk yang masih skeptis atau belum yakin, Bembi menjelaskan bahwa tidak perlu ada keraguan lagi tentang kepatuhan ALAMI terhadap prinsip syariah. Penerapan prinsip syariah di P2P ALAMI adalah sebagai berikut:

  1. ALAMI mempunyai Dewan Pengawas yang terdiri dari Ustadz Adiwarman Karim sebagai Sharia Advisor, dan juga diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah yang diwakili oleh Ustadz Abdul Mughni dan Ustadz Sirril Waffa. Semuanya adalah ahli dalam fiqih muamalah.
  2. Produk dan proses invoice financing yang ada di P2P ALAMI dijalankan sesuai dengan akad syariah wakalah bil ujrah yang dituangkan dalam Fatwa DSN-MUI No.117/DSN-MUI/II/2018 tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah dan Fatwa DSN-MUI No. 67/DSN-MUI/III/2008 tentang Anjak Piutang (Invoice Financing) Syariah. Untuk penjelasan lebih lanjut tentang akad invoice financing yang sesuai dengan syariah, bisa kamu baca di artikel ini ya.
  3. Selain diawasi oleh Direktorat Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan Fintech (DP3F) OJK, P2P juga diawasi oleh Institusi Keuangan Non-Bank Syariah (IKNB) Syariah OJK untuk aspek kesyariahannya.
  4. ALAMI secara otomatis tidak menerima aplikasi pembiayaan dari UKM yang melakukan bisnis dengan atau merupakan perusahaan rokok, miras, makanan/minuman yang diharamkan, serta hotel (kecuali hotel syariah).
  5. ALAMI secara otomatis tidak menerima aplikasi pembiayaan dari UKM yang terindikasi memberikan dampak negatif kepada lingkungan, misalnya ada kasus perusakan lingkungan. Hal ini mirip dengan prinsip green financing, yang meyakini bahwa pembiayaan harus bisa berdampak positif bukan hanya terhadap bisnis tapi juga faktor lingkungan dan sosial. Bembi meyakini bahwa nilai-nilai Islam mampu memberi manfaat kepada semua penjuru alam, atau prinsipnya harus menjadi “rahmatan lil alaamin“.
  6. Prinsip transparansi dan keadilan yang menjadi prinsip utama keuangan syariah juga menjadi prinsip utama dalam proses bisnis yang dijalankan di P2P ALAMI.
Baca Juga  Mengenal Nama-nama Allah Ini Bisa Buat Kamu Lebih Tangguh! – Part 4

Nah, itulah berbagai kelebihan P2P ALAMI. P2P ALAMI sudah berizin dan diawasi oleh OJK, dijalankan oleh tim yang profesional dan berpengalaman dalam industri layanan keuangan, menawarkan tingkat imbal hasil yang lebih tinggi dari tingkat inflasi, menawarkan kemungkinan default yang rendah, memberikan pendanaan produktif, dan beroperasi dengan prinsip yang full-syariah. Bagaimana? Sudah lebih yakin untuk melakukan pendanaan? Atau masih ada pertanyaan lagi? Kamu bisa hubungi Customer Service ALAMI untuk keterangan lebih lanjut. Kami akan dengan senang hati menjawab semua pertanyaan kamu! Atau, jika kamu sudah yakin ingin menjadi pendana di P2P ALAMI, silakan langsung klik link di bawah ini ya. In that case, well, welcome!

Platform peer-to-peer financing syariah ALAMI mempertemukan UKM dengan pemberi pembiayaan. Teknologi kami menganalisa ratusan data untuk menghasilkan pembiayaan yang memiliki kualitas dan kredibilitas yang baik. Daftar sekarang untuk menjadi pendana ALAMI dan nikmati kemudahan proses pembiayaan syariah yang lebih efisien, akurat dan transparan.